Komisi III DPRD Jabar Siap Kawal Program Bank Wakaf Mikro

Soreang, Faktabandungraya.com,-- Peresmian Bank Wakaf Mikro oleh Gubernur Jabar M.Ridwan Kamil, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Toni Setiawan. Ia berharap hadirnya Bank Wakaf Mikro tersebut dapat menjadi solusi bagi persoalan pembiayaan dan ekonomi kerakyatan.

“Semoga dengan hadirnya bank wakaf ini dapat memberantas oknum bank keliling yang berada di sekitar daerah ini. Sehingga persoalan-persoalan pembiayaan, ekonomi kerakyatan ini bisa ditangani dengan labih baik” ucap Toni kepada wartawan usai menghadiri peresmian Bank Wakaf Mikro di Ponpes Persis 84, di Jalan Ciganitri, Kabupaten Bandung.

Menurutnya, saat ini persoalan hadirnya bank keliling di tengah masyarakat kondisinya sudah mengkhawatirkan. Dengan hadirnya Bank Wakaf Mikro Toni berharap program tersebut dapat menjadi solusi penuntasan.

Ia menambahkan pihaknya berkomitmen, akan medukung serta melakukan pengawalan terhadap program Bank Wakaf Mikro tersebut.

“Dalam hal ini Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat siap mengawal serta mendukung program ini” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil mencanangkan seluruh pondok pesantren di Provinsi Jawa Barat memiliki bank wakaf mikro. Gubernur yang karib disapa Emil tersebut optimis bank wakaf mikro dapat mengangkat taraf hidup masyarakat.

"Bank wakaf mikro ini kami akan gulirkan di seluruh pesantren di Jabar. Ini bentuk dukungan penuh kami kepada OJK. Dengan begitu, suatu hari nanti orang kaya silakan kaya, tapi yang di bawah harus terbawa. Jangan kaya makin kaya, yang di bawah jalan di tempat," kata Emil.

Ia menambahkan, 8.000 pesantren di Jawa Barat yang mayoritas penghuni dan warga di sekitarnya tidak mampu secara ekonomi. Jika setiap pesantren punya bank wakaf mikro dengan 3.000 nasabah, maka akan ada 24 juta warga tidak mampu yang meningkat kesejahteraannya.

“Tujuan bank wakaf mikro juga untuk mencegah akses pinjaman keuangan warga ke rentenir. Sebab bank wakaf mikro menyediakan pinjaman keuangan tanpa bunga. "Jadi tidak ada alasan tidak ada akses pendanaan," ujar Emil.

Bank wakaf mikro, lanjut Emil, merupakan pembangunan di sektor ekonomi keuangan di Jabar dengan semangat keislaman. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tidak hanya dinikmati oleh sekelompok orang saja.

"Kita ada zakat, sedekah, infak, dan wakaf. Semuanya untuk kesejahteraan bersama agar tidak ada ketimpangan ekonomi,"tandasnya. (hms/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.