Masa Tenang Jelang Pencoblosan, PDI Perjuangan Jabar Bersihkan APK

Bandung, Faktabandungraya.com,---Dengan berakhirnya masa kampanye Pemilu pada 13 April kemarin dan memasuki masa tenang jelang pencoblosan (17 April 2019) mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat membersihkan seluruh alat peraga kampanye (APK) yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tubagus Hasanuddin secara simbolis melakukan pencopotan APK di Kabupaten Karawang.

“Hal ini dilakukan karena batas waktu (kampanye) sudah selesai, dan sekarang masuk minggu tenang selama tiga hari. Untuk itu, DPD PDIP Jabar dan 27 DPC PDIP se-Jabar melakukan aksi penertiban atribut kampanye ” kata Hasanuddin di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Minggu (14/4-2019).

Hasanuddin mengatakan, kita ingin menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Maka, DPD PDIP Jabar, telah menginstruksikan kepada seluruh ketua DPC se Jabar untuk melakukan pembersihan APK di wilayahnya masing-masing.

“Semoga Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden) kedepan, terlaksana dengan tenang, aman, dan damai,” ucapnya.

Usai melakukan pembersihan, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menyerahkan bambu-bambu bekas pemasangan APK kepada pedagang kaki lima agar dapat dimanfaatkan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau agar tiap DPC dan DPD membentuk tim untuk melepaskan seluruh atribut kampanye.

Atribut bendera yang masih bagus disimpan, sedangkan yang berbentuk baliho, banner, spanduk, dikumpulkan jadi satu, dan kemudian diberikan ke pedagang barang bekas secara rapi.

“Kampanye telah usai. Saatnya semua berpikir jernih, memertimbangkan yang terbaik untuk masa depan bangsa dan negara,” kata Hasto.

Usai kampanye, disampaikan Hasto, PDI Perjuangan fokus pada upaya memerkuat semangat persaudaraan kebangsaan, rekonsiliasi, serta siap bergandengan tangan dengan seluruh kekuatan politik guna menjaga dan membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hasto juga menyampaikan permohonan maaf jika selama masa kampanye, ada ucapan, perilaku, dan tindakan yang kurang berkenan di hati masyarakat Indonesia.

“Mari kita galang pemilu yang jurdil (jujur dan adil), bersih, dan jangan sampai ada yang golput,” seru Hasto. (rls/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.