Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gunakan Drone, BPDAS Citarum Ciliwung Percepat Rehabilitasi Hutan Bekas Longsor di Bandung Barat

Rabu, 11 Maret 2026 | 13:58 WIB Last Updated 2026-03-11T06:58:16Z
Klik
BPDAS Citarum-Ciliwung tebar benih pohon pakai Drone


BANDUNG BARAT, FAKTABANDUNGRAYA, – Upaya pemulihan lingkungan di kawasan terdampak bencana terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung memanfaatkan teknologi drone untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di area bekas longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BPDAS Citarum Ciliwung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Perum Perhutani, serta tim akademisi dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Teknologi drone digunakan sebagai metode penanaman untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh tenaga lapangan, terutama di area dengan kondisi lereng curam dan rawan longsor.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru Permana, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu langkah inovatif untuk mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis sekaligus meningkatkan efektivitas penanaman di kawasan terdampak bencana.

“Dengan teknologi drone, proses penanaman dapat menjangkau lokasi-lokasi yang curam, rawan, atau sulit dijangkau oleh tenaga lapangan. Ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan ekosistem,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan drone dalam rehabilitasi hutan juga membuka peluang penerapan teknologi modern dalam pengelolaan kawasan hutan di masa depan, terutama pada wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Program rehabilitasi ini juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap kerja sama internasional antara Indonesia dan Norwegia melalui program FOLU Net Sink 2030. Program tersebut bertujuan menekan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon melalui pemulihan kawasan hutan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat–Banten, serta tim akademisi dari Fakultas Kehutanan UGM.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra internasional, diharapkan proses rehabilitasi kawasan hutan yang rusak akibat bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Selain memulihkan tutupan lahan, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi potensi bencana alam di masa mendatang.

Pemanfaatan teknologi modern dalam rehabilitasi hutan menunjukkan bahwa pengelolaan kehutanan ke depan tidak hanya mengandalkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membutuhkan inovasi serta kerja sama lintas sektor.

Dengan upaya tersebut, kawasan hijau di wilayah Bandung Barat diharapkan dapat kembali pulih dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar. (*/sein).

×
Berita Terbaru Update