Sebanyak 937 siswa/i SMALB Ikuti UNKP 2019

Bandung, Faktabandungraya.com,--- Gubernur Jawa Barat M.Ridwan Kamil didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) 2019 di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di SLB Negeri A Kota Bandung di Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (2/4/19).

Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil ini mengatakan, pelaksanaan UN SMALB di Wyata Guna berjalan dengan baik dan lancar. Peserta mendapat pelayanan sesuai dengan prosedur, bahkan ada beberapa peserta ujian yang mendapat pendampingan secara langsung.

"Saya lihat penyelenggaraan UNKP di Wyata Guna ini sangat baik, semua anak-anak yang kebutuhannya berbeda dilayani sesuai dengan prosedur dan cara yang baik, yang multipel," kata Emil kepada wartawan disela peninjauanya.

Tadi kita lihat, ada beberapa siswa penyandang disabilitas yang mengikuti UNKP juga dilakukan pendampingan secara lisan, kemudian yang tuna netra tadi saya lihat lancar membaca soal-soal braillenya," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika mengatakan, UNKP 2019 diikuti sebanyak 324 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jawa Barat dengan jumlah peserta mencapai 937 siswa-siswi yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Adapun pelaksanaan UNKP di SLB dilaksanakan selama tiga hari, yakni 1,2, dan 4 April, tiga mata pelajaran yang diujikan, antara lain Bahasa Indonesia, matematika, dan Bahasa Inggris, ujarnya Kadisdik Jabar Dewi Sartika yang akrab disapa Ike ini.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UNKP, peserta diberikan pelayanan khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan para peserta ujian.

“Penggunaan alat ujian disesuaikan dengan kebutuhan siswa, seperti disini, ujian dengan kertas dan pensil serta menggunakan huruf braille,” kata.

Lebih lanjut Ike mengatakan, Pemerintah perovinsi Jabar melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi SLB, khususnya kebutuhan sarana dan prasarana serta mengimbau kepada seluruh penyelenggara pendidikan sekolah khusus mampu bekerja sama guna meningkatkan kompetensi.

“Kita harus memfasilitasi anak-anak agar bisa sekolah, karena itu haknya. Jadi, kita ingin seluruh stakeholder pendidikan turut berpartisipasi dalam proses tersebut,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Wakil Kepala SLBN A Kota Bandung Bidang Kurikulum, Tri Bagio mengatakan, peserta ujian di sekolahnya dibagi menjadi tiga ruangan masing-masing ruang pertama dan kedua diisi oleh 11 siswa penyandang disabilitas netratotally blind atau tunanetra total, sedangkan ruang tiga diisi oleh 2 siswa dengan multiply disbalities with visual impairment (MDVI) atau tunanetra dengan hambatan lain.

Sampai saat ini pelaksanaan UNKP di SLB Negeri A Kota Bandung (SLB Wyata Guna) berjalan lancar dan seluruh peserta kelihatan dapat mengerjakan dan menjawab semua soal-soal yang diujikan, tadasnya. (hms/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.