Tahun Kedua Citarum Harum, Ini Progres Yang Dilakukan Satgas Sektor 21

FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Memasuki tahun kedua Program Citarum Harum yang diperkuat oleh Perpres No 15 Tahun 2018, Satgas Citarum Sektor 21 sejauh ini telah melakukan banyak perkembangan. Dari hasil laporan perkembangan yang berhasil dihimpun dari Satgas Sektor 21, pada Selasa (11/6/19), secara garis besar Satgas Sektor yang dipimpin oleh Kolonel Inf Yusep Sudrajat sudah banyak menunjukkan progres yang positif.

Secara umum, rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta sarana yang ada di sekitarnya masih menjadi kendala di lapangan. Dalam laporannya tersebut Dansektor 21 mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi adalah kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian alam serta kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap sarana prasarana olahraga.

Sementara itu, isi dari laporan tersebut mencakup beberapa aspek pekerjaan yaitu penghijauan, limbah domestik, sedimentasi sungai dan kejadian banjir.

Terkait dengan kegiatan  penghijauan, jumlah pohon yang sudah di tanam 2640 pohon. Sementara Iuas tanah yang sudah di tanam seluas 22.000 M4.

Untuk limbah domestik, Dansektor melaporkan bahwa jumlah MCK yang sudah di buat sudah sekitar 63 unit sementara jumlah kolam resapan Iimbah ternak masih belum dibuat.

“Upaya mengatasi Iimbah rumah tangga dan ternak yang sudah di Iakukan pembuatan TPS swadaya 150 unit, IPAL ternak nihil,” ungkap Dansektor.

Dansektor 21 juga melaporkan kegiatan pengerukan di beberapa subsektor di sektor 21 dimana pengerukan sungai dan pengangkatan sedimentasi masih dilakukan secara manual di Subsektor Cimahi Utara.  “Jumlah sampah yang sudah dI angkat sudah mencapai tonan dan masih menggunakan alat manual,” kata Dansektor 21

Mengenai permasalahan banjir di wilayahnya, Dansektorr melaporkan bahwa titik banjir berada di jalan M. Toha tepatnya di  perempatan Palasari kampung Sekeandur desa Cangkuang Wetan, kampung Bobmong kelurahan Pasawahan dengan ketinggian banjir mencapai 30 cm hingga 1 m. ” Tempat  penampungan dan pengungsian korban banjir nihil  sementara luas wilayah yang terendam banjir  sekitar 23 hektar,” ujar Dansektor. “Untuk pengadaan alat berat kita berkoordinasi dengan pemerintahan rekan (BBWS) dan kondisi awal banjir setinggi 1 m bisa surut dalam 1 minggu,” lanjutnya lagi.

Dansektor juga melaporkan kondisi beberapa pekerjaan lain yaitu terkait keramba jaring apung, limbah industri, pembuatan bak sampah, pembuatan taman dan pembenahan sarana olahraga.

Hingga saat ini jumlah industri yang sudah ditertibkan sebanyak 385 PT (perusahaan). dan lndustri yang sudah di tertibkan  dengan di cor sekitar 12 PT. “Industri yang sudah melakukan upaya perbaikan 40 PT. dan industri yang masih bandel dan sering membuang Iimbah industri ke sungai sudah hampir tidak ada,” kata Dansektor. (Rls/cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.