Program KKBPK, Atalia : Kemasan Pesan KIE Harus Menarik dan Mudah Diterima Masyarakat

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Ketua Pembina PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, keberhasilan Program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) tentunya tidak terlepas dari petugas lapangan KB, sebagai ujung tombak. Disebut sebagai ujung tombak karena mereka adalah garda terdepan yang bertugas di desa-desa dalam memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) program KKBPK secara langsung kepada masyarakat.

Sebagai ujung tombak, petugas lapangan KB harus mampu menyampaikan informasi pesan-pesan KEI. Untuk itu, pesan KIE harus dikemas secara baik dan manarik, simpel, bahasanya mudah dan sederhana. Sehingga informasi KB mudah diterima, cepat dipahami dan bermakna bagi masyarakat.

Dalam upaya merespons potensi kecakapan para petugas lapangan dalam menyampaikan KIE secara lebih kreatif dan inovatif, maka dirasakan perlu sebuah wadah yang dapat memfasilitasi munculnya potensi-potensi tersebut, yang dikemas melalui kegiatan Pasanggiri Kreatifitas KIE Pengelola Program KKBPK di Tk Desa.

Demikian dikatakan Atalia saat membuka kegiatan Pasanggiri Kreatifitas KIE Pengelola Program KKBPK di Tk Desa dengan mengusung tema “Kampung KB Giat, Pembangunan Keluarga Makin Kuat” di Dago Tea House, Rabu (21/8-2019).

Kegiatan hari ini yang dipasilitasi oleh Kader BKKBN Jabar yang didukung oleh 18 Kab/kota di Jabar dengan semua peserta yang terlibat berasal dari desa/ kelurahan, yang kesemuanya akan menampilkan semua aktifitas dan kreasifitas kader. Untuk itu, saya selaku Ketua Pembina KB dan PKK Jabar tentunya sangat mendukung, agar semua peserta menampilkan informasi dengan cara-cara kreatif, baik dalam bentuk kesenian, atau apapun bentuk lainnya, baik vokal group, pantun, gerakan.

Atalia juga mengatakan, sejauh ini hubungan antara BKKBN dengan PKK sangat bersinergi dan cukup erat, dimana kader KB juga kader PKK. Untuk itu, dalam berbagai kegiatan PKK, kita juga titipkan pesan KB. Baik menggunakan bahasa verbal maupun non verbal, seperti salam KB dengan dua jari (jari telunjuk dan Tengah) membentuk huruf V, yang mengandung arti dua anak cukup, tapi bisa juga dengan guyonan/ calung atau dengan gaya kesenian lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan IMP dalam melaksanakan KIE. Selain itu, bertujuan juga untuk meningkatkan kreatifitas Pos KB dan Kader Kampung KB dalam proses KIE di tk. Desa.

Adapun pesertanya terdiri dari Kader Kampung KB, dimana setiap Vocal Grup akan membawakan 2 (dua) lagu, terdiri dari lagu wajib yaitu Salam Lini Lapangan dan Lagu bebas yaitu lagu bertemakan Kampung KB, ujarnya.

Adapun terkait perkembangan kampung KB, Teguh mengatakan, secara kuantitatif sudah tercapai miskipun, beberapa wilayah ingin terus mengembangkan kampung KB itu lebih bagus lagi. Tetapi yang terpenting sekarang ini keberadaan kampung KB di Jabar kita petakan dulu kualitasnya, apakah dari 2037 tersebut dalam klasifikasi apa ?... apakah masih dasar/ pemula, berkembang atau mandiri. Kalau Kampung KB sudah mandiri itu sudah dapat dikatakan sejahtera.

Nah inilah arah BKKBN Jabar sampai 2023 mendatang untuk menciptakan kampung KB Mandiri. Namun sampai saat ini kata Teguh, dari 2037 kampung KB di Jabar yang dinyatakan Kampung KB mandiri masih dibawah 5 persen. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan Kampung KB Mandiri.

Lebih lanjut mengatakan, melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu akan lebih kreatif, karena kegiatan ini merupakan sebuah ajang penampilan terbaik, terkraetif bagi kader-KB untuk melakukan KIE. KIE yang baik itu adalah KIE yang dipahami oleh masyarakat, biasa jadi kata-katanya sederhana yang mudah dipahami dan mampu merubah prilakunya yang memang diinginkan oleh semua kader.

Selain itu kegiatan hari ini juga menjadi media untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menambah dan meningkatkan ilmu, sehingga gaung program KKBPK semakin kuat untuk menunjang keberhasilan program.

Sedangkan bedanya dari kegiatan tahun kemarin (2018), dimana tahun kemarin kita melibatkan para pengurus KB dan TPD, namun sekarang murni kader KB, tandasnya. (husein).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.