Mantan Wakil Bupati Bandung Sebut Persoalan Citarum Never Ending Story

BANDUNG,- Mantan wakil Bupati Kabupaten Bandung (periode 2010-2015) Deden Rukman Rumaji mengungkapkan bahwa permasalahan sungai citarum Never Ending Story (ceritanya tak pernah berakhir). Hal itu dikatakannya saat wartawan berkesempatan bertemu di Kedai Kongres, Jalan Moh Toha, Bandung, Sabtu sore (26/10/19).

"Untuk citarum saya bilang never ending story, cerita yang tidak pernah berakhir, itu sudah saya bilang sejak menjabat menjadi wakil bupati," ujarnya.

Dirinya menuturkan bahwa, sudah banyak program yang diterapkan pemerintah selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari Citarum Bergetar, Citarum Bestari, dan program yang kini sedang berjalan yakni Citarum Harum.

Menyinggung program Citarum Harum yang berjalan hampir 2 tahun ini, dirinya menyebut bahwa sudah banyak kemajuan dan progres perbaikan yang dilakukan satgas citarum. Namun, tingkat keberhasilan ini belum menyeluruh, tapi upaya perbaikan sudah menuju ke arah yang lebih baik, ungkapnya.

Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang paling berpengaruh dalam normalisasi sungai Citarum, pasalnya hulu sungai sepanjang 297 Kilometer ini berada tepat di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung. Berbagai pencemaran juga banyak terjadi di wilayah ini, mulai dari alih fungsi lahan di hulu sungai, pendangkalan sungai, pencemaran sampah domestik (rumah tangga), hingga pencemaran limbah industri.

Menjawab pertanyaan bahwa ada kabar dirinya akan maju mencalonkan diri dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Bandung, dirinya tidak menampik hal tersebut, bahkan dirinya bertekad membantu mensukseskan program citarum harum menjadi salahsatu skala prioritas program pemerintahannya jika benar benar akan maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah serentak 2020 nanti.

"Program citarum ini sudah bagus ya, tapi ada aspek dasar yang harus kita ketahui bersama, lihat potret sungai kita jaman dulu, sungai itu kan karasteristik penuh batu batuan (alam). Setelah dipelajari, batu batu itu ternyata pondasi pengikat ketahanan tanah di bawahnya," ungkapnya.

"Sekarang kita lihat, dari hulu hingga wilayah Dayeuhkolot saja, udah gak ada batu (alam), cuma tanah saja," tambahnya.

"Tapi kita lihat di wilayah Rajamandala (wilayah tengah Citarum), batunya kan masih badag badag (besar-besar), kan beda warna air citarum di Rajamandala dengan warna air citarum disini," tuturnya.

Untuk mengoptimalkan program citarum harum, jika benar dirinya akan maju dalam pencalonan Bupati Kabupaten Bandung, juga akan memenej kawasan banjir melalui pembangunan infrastruktur, pengendalian sampah dengan program satu desa satu pengelolaan sampah.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa, alasan dirinya akan maju dalam bursa pencalonan Bupati Kabupaten Bandung, selain karena panggilan hati sebagai putra daerah. "Saya merasa masih banyak hutang kepada warga yang belum terselesaikan (saat menjabat wakil Bupati), urusan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan," ungkapnya.

"Kesejahteraan buruh, ekonomi, serta pengelolaan tata ruang. Kabupaten Bandung ini wilayah yang menantang, karena wilayah yang besar akan potensi alam, industri, dan budaya," pungkasnya. (Cuy). 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.