Sosialisasi Citarum di SMAN 1 Ciparay, Pelajar Bisa Menjadi Agen Perubahan di Lingkungan

Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat berharap agar para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya kelestarian aliran sungai dari berbagai dampak pencemaran. Hal itu diungkapkannya seusai melaksanakan sosialisasi citarum harum di SMAN 1 Ciparay, Jalan Raya Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (30/9/19).

Selama satu jam lebih Kol Inf Yusep Sudrajat memberikan pemaparan secara utuh program citarum harum, mulai dari fungsi dan manfaat sungai citarum bagi warga Jawa Barat, kondisi citarum saat ini, berbagai dampak pencemaran yang terjadi di DAS Citarum, serta upaya penanganan yang sudah dilakukan pemerintah hingga diterbitkannya Perpres No 15 Tahun 2018 yang menjadi landasan hukum Satgas Citarum.

"Saya berharap setelah siswa atau pelajar mendengar dan mendapatkan informasi dari sosialisasi ini dapat menjadi agen agen perubahan lingkungan, paling tidak untuk diri sendiri, lingkungan keluarga dan sekolah," ujar Dansektor 21.

Untuk di SMA 1 Ciparay, kata Kolonel Yusep, siswanya yang saya dengar jumlahnya cukup besar dengan 1.240 siswa, area lingkungan sekolah juga cukup luas dan asri. "Yang ikut dalam sosialisasi 100 siswa mewakili siswa lain, saya anggap 100 siswa ini bisa menjabarkan kepada siswa yang lain yang ada di sini, minimal di lingkungan sekolah dulu," katanya.

Selain melakukan penanganan pencemaran dan pengawasan di DAS Citarum, sosialisasi akan terus dilakukan oleh satgas citarum selama program citarum harum berjalan yang ditargetkan selama 7 tahun. "Ini (sosialisasi) akan kita lakukan, tidak akan bosan, dari 7 tahun yang ditargetkan masih ada sekitar 5 tahun lebih, tetap sosialisasi harus tetap berjalan," ungkapnya.

Karena, lanjut Yusep, jumlah warga atau masyarakat di wilayah Bandung Raya kurang lebih antara 10 sampai 12 juta penduduk. "Jangkauan kita untuk kegiatan sosialisasi hanya seratus orang, masih jauh dari cukup. Saya selama setahun setengah melakukan sosialisasi baru di kurang lebih 140 ribu orang yang tersosialisasikan," tuturnya.

"Sehingga sampai saat ini masih ada masyarakat yang buang sampah ke sungai, ini perlu kerja keras, terus menerus kita sampaikan," tambahnya.

Oleh karena itu, terbatasnya cakupan satgas dalam mensosialisasikan program citarum secara langsung kepada warga, keberadaan pelajar diharapkan mampu menjadi agen yang aktif dan ikut menyampaikan serta mengkampanyekan sadar dan peduli lingkungan.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Ciparay Dudung Abdullah menyambut baik sosialisasi citarum yang dilaksanakan di lingkungan sekolahnya, "mudah mudahan siswa dapat memahami, mengamalkan dan menyebarluaskan, baik ke temannya juga orangtua," ujar Dudung.

Dirinya juga menilai bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Komandan Sektor 21 cukup tegas menyikapi tantangan dan hambatan dan bisa membaur dengan masyarakat. Serta dibutuhkan keuletan dalam merubah mindset atau kebiasaan warga yang kurang baik terhadap lingkungan khususnya sungai, yang sudah terjadi selama puluhan tahun.

"Ketegasan, keuletan dan kegigihan yang ditunjukan satgas sektor 21, mudah mudahan anak (siswa) kami bisa meniru seperti program citarum di sekolah," harapnya.

Sejalan dengan program citarum yang fokus menangani permasalahan sampah, di SMAN 1 Ciparay saat ini telah menggalakan program Gelatik (Gerakan Bebas Sampah Plastik) yang baru berjalan selama 2 bulan. "Pemisahan antara sampah organik dan non organik, semua siswa yang menjalankan itu, dan kami juga meminta bantuan orang orang kantin di sekolah juga," tandasnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.