Trans Luxury Hotel Raih Piala Asia's Leading Business Hotel, Persembahkan Untuk Kota Bandung

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- The Trans Luxury Hotel mempersembahkan piala Asia’s Leading Business Hotel​ untuk Kota Bandung, yang diraih pada acara World Travel Awards 2019 pada 12 Oktober lalu di Phu Quoc Vietnam. Hal ini diungkapkan General Manager Farid Patria saat Press Conference World Travel Awards 2019 & Anugerah Pesona Pariwisata Kota Bandung, di The Restaurant The Trans Luxury Hotel jalan Gatot Subroto, Bandung, Selasa, (22/10/19).

Press Conference World Travel Awards 2019 & Anugerah Pesona Pariwisata Kota Bandung dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, dan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar.

Seperti diketahui, penghargaan World Travel Awards 2019 melibatkan 10 wilayah mulai dari Asia hingga Amerika Selatan, dan The Trans Luxury Hotel berhasil menjadi pemenang setelah bersaing dengan nominator lain dari berbagai hotel international chain seperti The St. Regis, The Ritz-Carlton, Grand Kempinski, Fairmont, Hilton dan Conrad dari berbagai kota di Asia seperti Hong Kong, Osaka, Singapura dan negara lainnya.

General Manager The Trans Luxury Hotel Farid Patria saat sesi Press Conference mengatakan, saat ini The Trans Luxury Hotel berkompetisi dan membidik pasar ASEAN dan Asia, “karena potensinya besar sekali,” ungkapnya, “pastinya kami ingin membawa nama kota Bandung ke level tertinggi,” tegasnya.

Farid Patria menegaskan, untuk lebih memajukan pariwisata dan bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di kota Bandung maka pemerintah pusat diharapkan mengembalikan beberapa penerbangan dari Bandara Kertajati ke Bandara Husein Sastranegara sebelum Tol Cisumdawu selesai. "Diharapkan dua penerbangan dari Sumatera, dua penerbangan dari Sulawesi dan penerbangan dari Bali bisa langsung menuju ke Bandara Husein Sastranegara,” ujarnya, “Dikarenakan bisnis traveler rentan dengan waktu,” pungkasnya.

Senada dengan Farid Patria, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mendukung tentang pengembalian beberapa penerbangan langsung ke kota Bandung untuk memajukan bisnis dan pariwisata di kota Bandung, “Pemerintah pusat diharapkan merespon, karena ketika kota Bandung sedang menggeliat ternyata aksesnya diputus dan dipindahkan ke Bandara Kertajati, kami mohon agar pemerintah pusat mengembalikan rute utama pesawat terbang ke kota Bandung,” tegasnya.

“Pengembalian rute utama pesawat ke kota Bandung diharapkan terjadi, karena tahun 2020 banyak agenda kebudayaan dan pariwisata baik nasional dan internasional di kota Bandung,” ungkap Kenny Dewi Kaniasari, “Namun bila rute utama tidak dikembalikan ke kota Bandung, maka Carter Flight langsung ke kota Bandung bisa saja dilakukan khususnya dari wilayah Middle East,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Kenny Dewi Kaniasari mengapresiasi The Trans Luxury Hotel yang meraih piala Asia’s Leading Business Hotel​ di acara World Travel Awards 2019.

Bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung untuk kedua kalinya memberikan piala Hotel Bintang 5 terbaik dalam Anugerah Pesona Pariwisata Kota Bandung.

Terpilihnya The Trans Luxury Hotel sebagi pemenang dari Anugerah Pesona Pariwisata Kota Bandung 2019 meliputi penilaian tentang penerapan sapta pesona, keunikan dan kreativitas, serta tata tertib administrasi peraturan pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan, Jawa Barat saat ini menempati ranking ketiga dari tujuh tempat tujuan MICE di Indonesia, “Jawa Barat belum berbuat apa-apa sudah menempati peringkat tiga, apalagi kalau berbuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Herman Muchtar mengungkapkan, kota Bandung saat ini sudah bukan lagi menjadi tujuan kegiatan MICE, ” Maka harus ada strategi untuk mengembalikan Bandung sebagai kota MICE,” tegasnya.

“Hal ini terjadi karena dua tahun lalu saat pembangunan pintu tol Jakarta Bandung, masyarakat yang ingin ke Bandung dari Jakarta harus menempuh waktu selama 7 jam,” ungkap Herman Muchtar, “Hal inilah yang mengurangi kegiatan MICE di kota Bandung,” tegasnya.

Mengenai Bandara Kertajati, Herman Muchtar pernah mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika Gubernur memindahkan 11 penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati “Saat ini penerbangan di Bandara Kertajati tinggal dua,” ungkapnya.

“Seperti diketahui anggaran Bandara Kertajati setiap bulannnya mencapai 8 miliar rupiah, dan setahun bisa mencapai 100 miliar rupiah,” ungkap Herman Muchtar, “Maka saya minta kembalikan penerbangan tersebut ke Bandara Husein Sastranegara, karena dampaknya per hari sebanyak 2.000 tamu hotel tidak jadi datang ke kota Bandung,” ujarnya.

“Saat ini okupansi hotel di Jawa Barat hanya 35 persen jauh dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 70 persen, Bandung sendiri okupansi hotel hanya 55 persen,” ungkap Herman Muchtar.

“Maka apabila 28 November 2019 jalan tol Jakarta Karawang sudah dibuka, maka perjalanan Jakarta ke Bandung dapat ditempuh hanya  dalam waktu dua jam setengah, dan hal ini harus disosialisasikan,” pungkas Herman Muchtar. (Cuy/Bgs)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.