Atasi Hutan & Lahan Kritis, Pemprov Jabar Berkolaborasi Dengan BPDAS Cimanuk-Citanduy

SUMEDANG, Faktabandungraya.com,--- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan mengatakan, secara keseluruhan lahan kritis di Jabar ada seluas 900.000 hektar, terbagi dua kawasan yaitu kawasan hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi lebih kurang 200.000 hektar, selebihnya terbesar ada diluar kawasan hutan yaitu sekitar 700.000 hektar yaitu di lahan dan hutan milik masyarakat. Untuk itu melalui Gerakan Nasional DAS ( GNDAS) tidak semata-samata menanam pohon, tetapi juga mencakup pemulihan daerah aliran sungai.

Cukup luasnya hutan dan lahan kritis di Jabar, menurut Kadis Kehutanan Jabar, Epi Kustiawan, tentunya akan berdampak negatif dan bencana terus mengancam. Untuk itu, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan BPDAS Cimanuk-Cintanduy dan BPDAS Ciatrum-Ciliwung dalam melakukan rehabilitasi dan reboisasi terhadap hutan dan lahan kritis se Jabar.

“Melalui Gerakan Nasional DAS, meruapakan salah satu upaya dalam menangani kerusakan hutan dan lahan terutama di wilayah provinsi Jabar”, ujar Kadis Kehutanan Jabar, Epi Kustiawan didampingi Kabid Pengelolaan DAS Dedi Hendrawan kepada wartawan pada acara Lounching Bibit Produktif yang digagas oleh BPDAS Cimanuk-Citanduy, di Desa Sukaratu Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang Senin, (18/11-2019).

Kegiatan Lounching Bibit Produktif, dihadiri Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir dan Erwan Setiawan, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi, M.Si didampingi Kasie RHL, Eman Suherman, S,Hut, MM Kadis Kehutanan Kab Sumedang, Polres Sumedang dan Kodim Sumedang. CDK se Kab Sumedang, masyarakat peduli lingkungan Sumedang.

Kita tentunya bersama-sama menginginkan lingkungan alam di Jabar tetap lestari dan hijau. Maka dengan adanya GNDAS yang ditandai dengan Lounching Bibit Produktif, tentuny dapat memulihkan hutan dan lahan kritis yang sekaligus juga dapat meningkatkan tarap hidup masyarakat, ujarnya.

Lebih lanjut Epi mengatakan, di Jabar ada dua DAS yang sangat besar yaitu Cimanuk-Citanduy dan Citarum Ciliwung. Kedua DAS ini kondisinya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga gerakan ini sudah sangat diperlukan sekali untuk merehabilitasi hutan dan lahan di Jabar. Untuk diwilayah kab Sumedang sendiri termasuk dalam kondisi kritis.

Pada Lounching Bibit Produktif hari ini ada lima (5) Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Kabupaten Sumedang yang mendapat bibit produktif yang totalnya berjumlah 241.000 batang yang terdiri dari Nangka, Kopi, Alpukat, Durian, Mangga, Jeruk, dll.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Wakil Gubernur Jabat di wakili Kadis Kehutanan, Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, Kepala BPDAS Cimanuk-Citanduy, perwakilan Polres Sumedang, perwakilan Kodim Sumedang, Kadis Kehutanan Sumedang dan Tokoh masyarakat menanam pohon dan bibit produktif di seputaran lapangan Desa Sukaratu Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang.

Sedangkan bibit produktif yang dibagikan ke CKD selanjutnya akan berkoordinasi dengan masing-masing BPDAS untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon produktif bersama-sama masyarakat diwilayah masing-masing.

Adapun terkait kawasan Bendungan Jatigede, yang sampai kini masih sangat terbuka, maka Pemprov Jabar melalui Dinas Kehutanan bekerjasama dengan BPDAS Cimanuk-Citanduy untuk menyiapkan bibit tananam, baik berupa pohon maupun tanaman prukduktif. Bahkan kita sepakat untuk menaman sebanyak 1 juta pohon dari berbagai jenis tanaman.

Sebagai informasi, bahwa kewangan BPDAS Cimanuk-Citanduy luasnya mencapai 1.744.962 hektar lebih. Yang meliputi 11 Kabupaten di Proviinsi Jabar yaitu terdiri dari : Kab Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Subang, Bandung dan Pangandaran, Dan tiga kota yaitu kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Banjar. Sedangkan Provinsi Jateng meliputi : Kab Cilacap, Kab.Banyumas dan Kab. Brebes. (adv/red).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.