Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Karya Bakti Bersama Satgas, Warga Bojongpulus Banjaran Tunjukkan Peran Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan

BANJARAN, faktabandungraya.com,--- Warga desa Banjaran wetan, tepatnya di kampung Bojongpulus RW 2 tunjukan peran aktif dan sikap gitong royong dalam menjaga lingkungan, khususnya menanggulangi pencemaran sampah di sekitar aliran sungai.

Minggu, (20/01/2020), puluhan warga kampung Bojongpulus RW 2 bersama Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 7 Pameungpeuk melaksanakan giat karya bakti pembersihan aliran sungai Citalugtug sepanjang 100 meter.

"Kontribusi warga dan pengurus rw 2 semoga bisa dijadikan contoh bagi rw yang lain, untuk mengantisipasi terutama dalam menangani sampah yang ada di lingkungan," ujar Dansubsektor 21-7 Pamengpeuk, Sertu Amid Ismed.

Selama ini, kata Sertu Ismet, perangkat dan warga RW 02 selalu bersinergi dengan satgas dalam menanggulangi sampah, khususnya di daerah aliran sungai. "Jadi setiap ada kegiatan (karya bakti) selalu memberitahu, kami satgas sangat antusias, mudah mudahan kedepannya kegiatan seperti ini semakin rajin dilakukan," harapnya.

Tak bermaksud ingin membandingkan dengan wilayah (RW) lain, Serda Ismet mengungkapkan bahwa peran aktif warga kampung Bojongpulus RW 02 dalam menjaga lingkungan dari pencemaran sampah dan pelaksanaan kegiatan karya bakti seperti ini lebih menonjol dari wilayah lain.

Menurut Sertu Ismet, aliran sungai Citalugtug melewati 2 kecamatan, Banjaran dan Pameungpeuk. Untuk itu dirinya menginginkan agar peran aktif perangkat kewilayahan dan warga dapat mengikuti seperti yang dilakukan warga kampung Bojongpulus.

"Tapi kita (satgas) akan terus memberikan dorongan warga untuk bekerjasama dan berkoordinasi dalam menangani kebersihan lingkungan. Ada yang merespon dengan positif, ada juga yang acuh, padahal ini (penanganan sampah) bukan hanya tugas satgas saja, tapi dibutuhkan peningkatan upaya dari perangkat kewilayahan dan warga," terangnya.

Sementara Ketua RW 02 kampung Bojongpulus, Adang Hidayat menjelaskan bahwa RW 02 terdiri dari 6 RT, dengan jumlah KK 583 keluarga, penduduk mencapai 2000 jiwa. Selama ini, sampah yang ada di wilayah RW 02 tidak diangkut ke TPA, tapi dikelola secara mandiri. "Nggak ada, pyur kita olah di tempat pembakaran sampah yang dimiliki oleh rw 02," ujarnya.

Terkait antisipasi pencemaran sampah di sungai dari pemukiman yang ada di wilayah bantaran, ada sekitar 100 KK yang ada di RW 02, meliputi 4 RT (RT 02, 03, 04, 05). dirinya menekankan kepada warga untuk tidak membuang sampah langsung ke sungai, "dari dulu kita sudah warning kepada warga, urusan sampah kita sudah punya tempat (pengolahan), saya menekankan agar jangan sekali sekali membuang sampah ke sungai," tegasnya.

Kedepan, katanya, keinginan kita (warga) ingin memiliki tempat pengolahan sampah yang lebih representatif, supaya dampak pembakaran bisa lebih diminimalisir.

"Keinginan kita apabila ada bantuan dari pemerintah, kita ingin punya pengolahan sampah yang permanen, agar baik asap nya dan sampah nya lebih tertata lebih baik lagi. Karena kita tahu dampak asap itu seperti apa, walaupun sementara ini belum ada keluhan dari warga," tuturnya.

"Tapi kita berpikir untuk kedepan bagaimana kita bisa mengelola sampah dengan menimalisir dampak nya, agar kesehatan warga juga lebih terjamin," pungkasnya. (cuy)

Posting Komentar

0 Komentar