![]() |
| Anggota DPRD Jabar Hj.Sri Rahayu ajak masyarakat memaknai bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri |
Menurut politisi yang akrab disapa Mak Sri
itu, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi ruang
pembinaan diri yang sarat nilai keimanan dan kepedulian sosial.
“Secara bahasa, Ramadan berasal dari kata
ramida yang berarti membakar. Maknanya adalah membakar dosa-dosa dan
membersihkan jiwa melalui ibadah dan taubat yang sungguh-sungguh,” ujarnya saat
menyampaikan pesan Ramadan di Karawang.
Mak Sri menjelaskan, Ramadan juga dikenal
sebagai Syahr al-Qur’an atau bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, ia
mendorong umat Islam untuk memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an sebagai
bentuk penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah makna
penting Ramadan. Pertama, sebagai bulan rahmat dan ampunan, di mana pintu-pintu
kebaikan dibuka lebar dan setiap hamba diberi kesempatan untuk memperbaiki
diri. Kedua, sebagai bulan kedermawanan yang mendorong umat Islam untuk berbagi
kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadan juga menjadi bulan pengendalian
diri. Puasa melatih kita untuk sabar, menahan emosi, menjaga ucapan, serta
mengendalikan hawa nafsu,” katanya.
Tak kalah penting, Ramadan merupakan bulan
kebersamaan. Berbagai kegiatan seperti buka puasa bersama, salat tarawih,
hingga tadarus Al-Qur’an menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, baik dalam
lingkup keluarga maupun masyarakat luas.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan
Karawang–Purwakarta, Mak Sri berharap nilai-nilai Ramadan dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun
kehidupan sosial yang lebih harmonis.
“Semoga semangat Ramadan ini menjadi
inspirasi bagi kita semua untuk bersama-sama membangun masyarakat yang lebih
peduli, penuh kasih sayang, dan menjaga persatuan,” pungkasnya. (fj/sein)
