Daddy Rohanady : Wartawan Beresiko Terdampak Covid-19, JANGAN DILUPAKAN !!!

H. Daddy Roahanady
Wakil Ketua Fraksi Gerindra-Persatuan DPRD Jabar
BANDUNG, Faktabandungraya,--- Wakil Ketua Fraksi Gerindra-Persatuan H. Daddy Rohanady mengingatkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa Wartawan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang mengantisipasi dan penanganan penyebaran virus corona (covid-19) yang kini sudah dalam kondisi pandemi.

Dalam menjalankan tugas peliputan Pandemi Covid-19, para wartawan juga berjuang memberikan pandemi covid-19 di Jawa Barat untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Miskipun dalam peliputan memiliki resiko tinggi terdampak virus covid-19. Untuk itu, “Jangan lupakan wartawan," demikian dikatakan Daddy Rohanady ketika diminta komentarnya tentang sosialisasi penanggulangan Covid-19 melalui telefon selulernya , Sabtu(11/04/2020).

Dikatakan, Pemprov Jabar akan menggelontorkan dana sekitar Rp18 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penanggulangan Covid-19. Di dalamnya tentu termasuk dana untuk pembelian alat kesehatan, terutama alat pelindung diri (APD), dana untuk jaring pengaman sosial/bansos, dan sosialisasinya.

“ Selaku anggota DPRD Jabar, saya mengingatkan kepada Gubernur Jabar, bahwa tidaklah berlebihan rasanya jika Pemprov Jabar juga memberikan perhatian khusus kepada wartawan. Mereka yang mewartakan banyak hal terkait penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat. Selayaknya jika pada pos anggaran sosialisasi dimasukkan pula alokasi untuk awak media.", pinta Daddy Rohandy.

Ia menambahkan, semua langkah yang telah, sedang, dan akan dilakukan, termasuk berbagai hal terkait penanggulangan Covid-19 itu tidak bisa dilepaskan dari peran para kuli tinta alias wartawan. Informasi semua itu sampai ke masyarakat, antara lain, berkat peran mereka mewartakannya. Walaupun sebenarnya, Wartawan beresiko tinggi terdampak covid-19 saat melakukan peliputan, maka “Jangan Lupakan Wartawan !!”, ujar Politisi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Kab/kota Cirebon-Kab Indramayu ini.

Lebih lanjut Daddy mengatakan, kalau dikaitkan dengan kewajiban jaga jarak dan anjuran kerja/ibadah/sekolah di rumah, Daddy berpendapat bahwa, "Saat ini banyak wartawan yang juga bekerja dari rumah alias work from home (WfH). Jadi, mereka bekerja dengan tetap mengikuti anjuran Pemerintah., ujarnya.

Pandemi Covid-19 membuat perusahaan yang bergerak dalam dunia pers juga kesulitan. Mereka harus berusaha mendapatkan iklan di tengah kondisi luar biasa seperti ini. Di sisi lain, dengan berbagai pertimbangan, jumlah pemasang iklan pun kian turun. Tentu saja hal itu akan berimbas pada salary wartawan.

Akibatnya, sudah bisa diduga. Profesi wartawan pun terpengaruh oleh merebaknya wabah yang diyakini berasal dari Wuhan-China tersebut. Dengan kata lain, ada pula wartawan yang bisa dikategorikan sebagai orang terkena dampak (OTD). Artinya, ada wartawan yang butuh bantuan untuk menunjang kelangsungan ekonomi keluarganya.

"Jadi, saya meminta Pemprov Jabar agar jangan lupakan wartawan," pungkasnys. (daro/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.