Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Zona Hijau, Kota Sukabumi Siap Jadi Pilot Project Dimulainya Pembelajaran di Sekolah 2020

SUKABUMI, Faktabandungraya.com,--- Kota Sukabumi masuk dalam zona hijau, sehingga memungkinkan untuk dapat melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Namun, bagi sekolah yang akan menerapkan KBM tatap muka harus terlebih dahulu mengajukan ke Dinas Pendidikan dengan memenuhi berbagai persyaratan.

Sepekan akan dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM), sejumlah sekolah di Kota Sukabumi tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan pembelajaran tetap muka di era new normal. Untuk mengetahui sejauh mana pihak sekolah mempersiapkan diri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dinas Pendidikan Jabar, melakukan peninjauan langsung ke beberapa sekolah di Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengatakan, sekolah di Kota Sukabumi akan menjadi pilot project dimulainya pembelajaran di sekolah.

"Sekolah di Sukabumi jadi piloting yang melakukan KBM di sekolah," ujar Kadisdik, saat meninjau kesiapan KBM di SMAN 4 Kota Sukabumi, Jln. Ir. H. Juanda No.8, Kota Sukabumi, Jumat (3/7/2020).

Kadisdik menjelaskan, pembelajaran di sekolah diberlakukan bagi beberapa sekolah yang memang sudah memenuhi beberapa syarat. Salah satunya, kesiapan infrastruktur penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Namun, Kadisdik menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan KBM di sekolah jika mayoritas murid di sekolah tersebut berdomisili di luar Kota Sukabumi (dari Kabupaten Sukabumi).

Berdasarkan tinjauannya, hanya ada beberapa sekolah dari total 399 SMA dan SMK di Jabar yang akan memulai KBM di sekolah. "Hari ini akan dirapatkan, sekolah-sekolah mana saja yang bisa memulai KBM," tuturnya.

Secara teknis, dikatakan Kadisdik, akan ada pembagian waktu KBM di sekolah untuk tetap menjaga physical distancing. Hanya akan ada 18 orang per kelas yang mengikuti KBM di sekolah serta diberlakukan pembagian jadwal.

"Misalnya minggu ini kelas X, minggu selanjutnya kelas XI, kemudian kelas XII," ujarnya.

Disampaikan Kadisdik, pihaknya melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Kacadisdikwil) V telah menyiapkan tim untuk meninjau dan mengawasi pelaksanaan KBM di sekolah. "Nanti akan ada tim pengawas," tambahnya.

Bentuk Tim Satgas

Sementara itu, Kepala Kacadisdikwil V, Nonong Winarni mengatakan, pihaknya telah membentuk tim satuan tugas (satgas) pembukaan sekolah di wilayah Kota Sukabumi yang diisi oleh para pengawas sekolah. "Kami akan melakukan pengecekan berkali-kali karena kami sangat memperhitungkan risikonya. Semua instrumen check list-nya sudah kami siapkan dan akan dilakukan oleh pengawas," jelasnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Kota Sukabumi guna menetapkan sekolah mana saja yang akan memulai pembelajaran di sekolah. "Pekan ini, kita cek semuanya," ujarnya.

Hanya Sekolah yang Memenuhi Protokol Kesehatan

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menegaskan, sekolah yang bisa memulai pembelajaran di sekolah hanya sekolah yang dapat memenuhi protokol kesehatan. "Istilahnya 'dapat', bukan 'harus'," tegasnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan ada keputusan dari evaluasi persiapan pembukaan sekolah di Kota Sukabumi. "Nanti akan ada hasilnya berapa sekolah yang dibuka," pungkasnya. (dbs/red).

Posting Komentar

0 Komentar