Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Semua Anak Bisa Sekolah, Disdik Jabar dan Pemkot Bandung Susun Program RMP

Disdik Jabar bersama Pemkot Bandung, gelar rapat koordinasi penyusunan program RPM, di  Pendopo Kota Bandung,
 Jalan Dalem Kaum No. 56, Kota Bandung, Senin (3/8-2020).  ( foto :istimewah)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil dalam beberapa kesempatan mengatakan, semua anak bisa sekolah, untuk itu Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan telah menciptakan berbagai program inovasi untuk mendukung agar tidak ada anak di Jabar putus sekolah.

Program Inovasi mendukung “Semua Anak Bisa Sekolah”, Disdik Jabar memasuki tahun ajaran 2020/2021, mulai merealisasikan SPP Gratis bagi sekolah SMA/SMK Negeri di seluruh Jabar. Sedangkan bagi Sekolah SMA/SMK Swasta diberikan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) dan program Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) untuk membantu pembiayaan pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta. Bahkan ada juga program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RPM).
Melalui program RPM diharapkan mampu memfasilitasi biaya pendidikan bagi masyarakat kurang se Jabar, terutama bagi peserta didik yang bersekolah di sekolah swasta.

Menurut Kadisdik Jabar Dedi Supandi, untuk mewujudkan atau merealisasikan program RPM tentunya akan terlebih dahulu dilakukan kesepakatan kerjasama (MoU) antara Disdik Jabar dengan Pemerintah Kab/kota. Hal ini juga dilakukan Disdik Jabar dengan Pemkot Bandung.

Dengan dipayungi hukum perjanjian kerja sama (MoU) antara Disdik Jabar dan Disdik Kota Bandung, maka tentunya Disdik jabar akan merealisasin program RPM. Namun, untuk mengoptimalkan program RPM tentunya diperlukan pendataan berbasis by name by adress (BNBA).

Sekdisdik Jabar Wahyu Mijaya ( Foto: istimewah)
“Tugas Disdik Jabar nantinya hanya memverifikasi, dengan dipayungi hukum perjanjian kerja sama antara Disdik Jabar dan Disdik Kota Bandung,” ujar Kadisdik Jabar Dedi Supandi dalam Rapat koordinasi program RPM dengan Wali Kota Bandung Oded M Danial, di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Kota Bandung, Senin (3/8-2020).

Kadisdik menegaskan, pihaknya berkomitmen mewujudkan program semua anak bisa sekolah. Sehingga, ia mengimbau satuan pendidikan swasta agar tidak menolak peserta didik yang mendaftar karena keterbatasan biaya. "Biarkan siswa masuk dulu, proses (pembiayaan) akan berjalan secara paralel. Kita akan selalu berupaya membantu," tegasnya.

Lebih jauh, Kadisdik mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang berinisiatif mengadakan program ini. Jika berhasil, Kadisdik akan mengajak kota/kabupaten lain untuk menggalakkan program serupa.

Senada dengan Kadisdik, Sekdisdik Jabar, Wahyu Mijaya menyatakan, peran Disdik dalam program ini adalah lebih ke pemetaan data, sedangkan penyalurannya akan melalui BPKAD Provinsi Jabar. "Sedangkan bentuknya berupa bantuan sosial ke sekolah-sekolah yang pencairannya langsung oleh BPKAD Provinsi," jelasnya.

Sementara itu, Wali kota Bandung Oded M Danial mengatakan, hari ini, Pemkot Bandung dengan Disdik Jabar telah Rapat koordinasi dan bersama menyusun program RPM.

Program RPM ini bertujuan untuk membantu siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Bandung. Program tersebut diharapkan mampu memfasilitasi biaya pendidikan bagi masyarakat kurang mampu d Kota Bandung.

Oded berharap, program ini dapat segera terealisasi dengan tetap memerhatikan proses administratif.

“Saya berharap ini tinggal follow-up saja dengan tim teknisnya, baik dari Provinsi maupun Kota Bandung,” harapnya.

Sementara itu, Kadisdik Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, langkah ke depan untuk merealisasikan program tersebut adalah dengan dilakukan MoU (kerja sama) antara Disdik Jabar dan Kota Bandung guna mengoptimalkan pendataan berbasis by name by adress (BNBA). "Tugas Disdik Jabar nantinya hanya memverifikasi, dengan dipayungi hukum perjanjian kerja sama antara Disdik Jabar dan Disdik Kota Bandung," tuturnya.

Kadisdik menegaskan, pihaknya berkomitmen mewujudkan program semua anak bisa sekolah. Sehingga, ia mengimbau satuan pendidikan swasta agar tidak menolak peserta didik yang mendaftar karena keterbatasan biaya. "Biarkan siswa masuk dulu, proses (pembiayaan) akan berjalan secara paralel. Kita akan selalu berupaya membantu," tegasnya.

Lebih jauh, Kadisdik mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang berinisiatif mengadakan program ini. Jika berhasil, Kadisdik akan mengajak kota/kabupaten lain untuk menggalakkan program serupa.

Senada dengan Kadisdik, Sekdisdik Jabar, Wahyu Mijaya menyatakan, peran Disdik dalam program ini adalah lebih ke pemetaan data, sedangkan penyalurannya akan melalui BPKAD Provinsi Jabar. "Sedangkan bentuknya berupa bantuan sosial ke sekolah-sekolah yang pencairannya langsung oleh BPKAD Provinsi," jelasnya.

Sedangkan Sekdisdik Kota Bandung, Cucu Hidayat menyampaikan, jika program RPM ini berjalan lancar, dipastikan warga kurang mampu di Jabar yang memiliki anak di SMA dan SMK di Bandung akan memeperoleh kemudahan.

Rapat koordinasi ini dihadiri pula oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bandung serta perwakilan DPRD Kota Bandung. (dbs/sein).


Posting Komentar

0 Komentar