Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Balai Kota Bandung Dulunya Gudang Kopi, Apa Benar !!

Kemegahan dan Keindahan Balai Kota Bandung saat ini, yang  dulunya eks Gudang Kopi atau Gedong Papak
#HJKBSeries, #BersamaKitaTangguh

Tidak semua masyarakat kota Bandung paham, kalau dahulu Balai Kota Bandung sebelum dijadikan pusat Pemerintahan Kota Bandung merupakan Gudang Kopi.

Gudang Kopi yang terletak di Jalan Wastukencana No.2 adalah milik Andries de Wilde. Wilde tercatat sebagai tuan tanah pertama di Priangan pada tahun 1812.

Meskipun kota Bandung tidak memiliki perkebunan kopi, tetapi di Gudang Kopi atau Gedong Papak milik Wilde terdapat berbagai jenis kopi.

Gedong Papak. Jika menyebut nama gedung tersebut, mungkin banyak Warga Kota Bandung tak mengetahui letaknya. Namun jika menyebut Balai Kota, hampir seluruh warga Kota Bandung pasti mengetahuinya.

Berdasarkan sejarah, bahwa Gudang kopi dibangun tahun 1819 saat perkebunan kopi di Priangan berkembang pada abad ke-18. Gudang kopi itu merupakan satu dari delapan gedung tembok baru di Bandung.

Pada tahun 1927, Gudang Kopi dirobohkan dan di bekas lahannya berdiri gedung balai kota sekarang yang dirancang oleh arsitek EH de Roo.

Setelah dibangun kembali, bangunan yang terletak di Jalan Wastukancana No. 2 memang dikenal sebagai Gedong (Gedung) Papak. Bentuk atapnya yang tampak datar menyebabkan gedung ini pun disebut Gedong Papak.

Pendirian balai kota ini terkait status Bandung yang menjadi Kota Praja sejak tahun 1906. Pada tahun 1935 bangunan balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru menghadap ke Pieter Sijthoff Park yang kini bernama Taman Balai Kota.

EH de Roo yang kembali menjadi arsiteknya merancang gedung baru ini bergaya “art deco” sehingga berkesan lebih modern daripada gedung lama.

Tahun 1980-an barulah dibangun gedung kembar tambahan di kiri dan kanan gedong papak untuk keperluan perkantoran.

Kini gedung yang terletak di jalan Wastukencana No.2 menjadi kantor resmi Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota, Yana Mulyana.

Selain menjadi pusat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, balai kota pun menjadi salah satu objek wisata. Selain bangunannya yang menyimpan sejarah, keberadaan Taman Badak, Taman Dewi Sartika, dan Taman Labirin, menjadi daya tarik warga Kota Bandung dan luar kota untuk mengujungi Balai Kota Bandung.

Dengan keasriannya, kini Balai Kota Bandung juga tempat yang cocok menyeruput kopi di sore hari.

Tidak hanya di balai kota, masyarakat Bandung maupun wisatawan kini dapat menikmati beraneka jenis dan rasa kopi, bahkan hampir di setiap pelosok Kota Bandung terdapat warung kopi. Mulai dari yang berlabel cafe, kedai, hingga warung.

Kopinya, mulai dari kopi saset, Java Preanger, Toraja, Wamena, hingga Burundi Afrika pun tersedia. Soal harga tentu tergantung jenis kopi yang diseruput para penikmatnya. (*).

Posting Komentar

0 Komentar