Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Jalin Kerjasama, KNPI Jabar dan BNN Provinsi Jabar Sepakat Cegah dan Berantas Narkoba

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Narkotika adalah musuh kita bersama, karena itu DPD KNPI Jawa Barat bersepakat menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dan prekursor narkotika. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang diteken Ketua DPD KNPI Jabar Rio Febrian Wilantara dan Kepala BNN Provinsi Jabar Sufyan Syarif di Gedung Pemuda Kartanegara KNPI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (7/9-2020).

Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual tersebut, mengatur kesepakatan kerjasama dan saling menunjang dalam melaksanakan tugas kedua belah pihak sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing. Lebih dari sekadar kesepahaman, komitmen bersama ini bakal diterjemahkan lebih lanjut melalui perjanjian kerjasama operasional.

"Tindaklanjut ini tentunya menjadi bagian tak terpisahkan dari kesepahaman hari ini. Pada tahap awal ini, kerjasama berlaku untuk tiga tahun. Tentu terbuka untuk diperpanjang kembali dengan persetujuan kedua belah pihak," kata Ketua KNPI Jabar Rio Febrian Wilantara dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual langsung dari kantor Wakil Presiden RI di Jakarta.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, kolaborasi perdana pemuda Jabar dan lembaga negara yang membidangi pencegahan dan pemberantasan narkotika ini langsung dilanjutkan dengan talkshow bertajuk "Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika di Kalangan Pemuda Jawa Barat.

Talkshow berlangsung dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di kantor KNPI Jabar dan diikuti pengurus KNPI kabupaten dan kota serta pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) se-Jawa Barat. Talkshow virtual menghadirkan Kepala BNN Provinsi Jabar Sufyan Syarif, Ketua KNPI Jabar Rio Febrian Wilantara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar Engkus Sutisna, dan Ketua Lembaga Maritim Nasional Indonesia Jay Singgih.

Ditemui di sela kegiatan penandatanganan kesepahaman, Sekretaris DPD KNPI Jabar Asep Komarudin menjelaskan, kesepahaman ini menjadi landasan kerja sama bagi para pihak dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, secara terpadu, sinergi, dan berkesinambungan.

Melalui kerjasama ini, Askom ---sapaan Asep Komarudin, diharapkan bisa terlaksana kerjasama yang menunjang tugas pokok dan fungsi para pihak serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing. Tentu dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kesepahaman ini meliputi 13 poin kesepakatan. Di antaranya, kerjasama dan penyebarluasan informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) secara umum. Kemudian, peningkatan peran serta pemuda sebagai pegiat antinarkoba," papar Askom.

KNPI juga bisa melaksanakan tes atau uji narkoba di lingkungan KNPI Jawa Barat atas permintaan sendiri. Tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak.

Kami juga menyepakati pertukaran data dan informasi terkait upaya P4GN dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan kepentingan negara. Juga terbuka untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan pengkajian di Bidang Narkotika dan Prekursor Narkotika untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi dan pelayanan kesehatan," terang Askom.

Kesepakatan lain meliputi pengembangan materi bahaya Penyalahgunaan Narkotika dan Prekursor Narkotika yang terintregasi ke dalam pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada setiap kegiatan organisasi dan kelembagaan. Pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh para pihak sesuai ketentuan perundang-undangan.

Berikutnya, penguatan tentang program P4GN kepada anggota KNPI Jabar, khususnya dan umumnya kepada simpatisan KNPI Jabar yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan program pelatihan, lokakarya, seminar dan kegiatan ilmiah di bidang P4GN. Pembinaan/pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN.

"Kepakatan lain berupa pengembangan kelembagaan dan bidang-bidang lain yang dianggap perlu dan disepakati dalam rangka mendukung program P4GN. Kami juga sepakat membentuk penggiat atau relawan antinarkoba di kalangan generasi muda Jawa Barat maupun tingkat kabupaten dan kota," pungkas Askom.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jabar Sufyan Syarif mengaku sangat bangga kepada KNPI Jabar yang telah menginisiasi upaya P4GN di kalangan pemuda Jabar. Bagi Jenderal polisi bintang satu ini, pemuda merupakan sosok yang punya semangat dan kepedulian. Termasuk dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

"KNPI ini merupakan kader pemimpin bangsa. Saat ini, alumni KNPI banyak menjadi pimpinan di pusat maupun daerah. Ini menjadi kebanggaan bagi saya," ujarnya.

Sufyan menjelaskan, kerjasama ini bukan hanya BNNP Jabar dan KNPI Jabar. Melainkan turut diturunkan hingga kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dalam hal ini, ditindaklanjuti oleh DPD KNPI Kabupaten/Kota dan BNN Kabupaten/Kota.

"Narkoba sangat berdampak pada kehidupan sosial. Narkotika bukan hanya masalah Jabar, tapi seluruh daerah. Tak ada satu pun kabupaten/kota yang bersih dari narkoba. Dan, tak ada satu negara pun yang bersih dari narkoba. Narkoba adalah masalah dan musuh kita bersama. Tanggung jawab kita semua," ungkap Sufyan.

"KNPI merupakan kekuatan unggul nasional. KNPI merupakan bagian dari pembangunan nasional. Pembangunan nasional akan terganggu jika pemuda-pemudinya terjerat narkoba. Sehingga, bonus demografi seperti diidam-idamkan tidak akan dapat kita raih pemudanya terjerat narkoba," tambah Sufyan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar Engkus Sutisna yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat mengaku menyambut baik kolaborasi KNPI Jabar dan BNN Provinsi Jawa Barat. Engkus berharap kolaborasi ini menjadi kontribusi bagi bangsa pembangunan Jawa Barar.

"Pemerintah Provinsi berharap pemuda Jabar terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Kita bisa menyatakan tidak pada narkoba. Jangan karena Covid-19 ini kita jadi melupakan narkoba. Padahal sama-sama bahaya. Pencegahan narkoba harus muncul dari kita sendiri. Jangan termakan bujuk rayu. Narkoba tidak ada manfaat bagi kita, kecuali bagi medis dan pengobatan lainnya," tandasnya. (najip/red).

Posting Komentar

0 Komentar