Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Datangi Massa Aksi, Gubernur Jabar Tandatangani Surat Untuk DPR RI Presiden Jokowi

Gubernur Jabar didampingi Kapolda Jabar, mendatangan aksi massa
didepan gedung Sate bandung,  ( foto: isitimewah). 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil datangi massa aksi untuk mendengarkan aspirasi dan tuntutan dari ribuan kaum buruh dan mahasiswa di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis (8/10/2020).

Ridwan kamil mengatakan, bahwa dirinya sudah mendengarkan aspirasi massa aksi yang isinya poin-poin ketidakadilan dari Undang-undang Omnibus Law.

"Tadi saya sudah mendengarkan aspirasi yang isinya menyampaikan poin-poin ketidakadilan yang ada di pasal undang-undang omnibuslaw mulai dari masalah pesangon masalah cuti, masalah izin TKA, masalah outsourching, masalah upah dan lain-lain," kata Emil di depan ribuan massa aksi.

Saya sudah siapkan surat dan sudah tanda tangani surat untuk disampaikan ke DPR Ri dan Presiden RI Jokowi, dalam surat ini isinya tentang aspirasi dari buruh untuk menolak undang-undang Omnibus Law.

Selain surat, saya akan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Perppu, karena masih ada waktu sekitar 30 hari untuk direvisi oleh tandatangan presiden.

"Dua-dua itu sudah saya tanda tangani oleh perwakilan buruh, besok pagi akan dikirimkan oleh Pemprov Jabar," ucapnya sambil disambut sorak massa aksi 'Hidup Gubernur'.

Berdasarkan pantauan faktabandungraya.com diseputar Gasibu dan gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, massa dari berbagai elemen Buruh  dan Mahasiswa mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 bahkan hingga pukul 16.30 massa terus berdatangan. Massa yang berdatangan bukan hanya dari kalangan buruh  dan mahasiswa tetapi ada juga massa yang tidak jelas dari mana, termasuk juga ada anak-anak.

Berbagai spanduk dan tulisan diatas kertas mereka tempelkan di depan pagar Gedung Sate dan DPRD Jabar yang intinya, Mereka ( massa) menolak Undang-undang Omnibus Law (Cipta Kerja).

Buruh dari serikat GOBSI, melakukan aksi demo didepan gedung DPRD Jabar
(foto:husein)
Sebagai informasi, bahwa aksi demo di depan gedung DPRD Jabar kemarin, awalnya berjalan lancar dan kondusif, namun, sekitar pukul 17.00 Wib lebih massa mulai melempari botol-botol air meneral, batu-batu, petasan dan juga bom molotop ke aparat kepolisian yang berjaga di dalam gedung DPRD Jabar.  Sebagian massa juga menggoyang-goyang pintu gerbang DPRD Jabar,  dan akhirnya pintu gerbang DPRD Jabar jebol. 

Ketika massa merengsek masuk halaman gedung DPRD Jabar dihadang oleh aparat kepolisian dengan menyemprotkan air dari mobil Watercanon dan menembakan gas air mata kearah pendomo.

Massa lari kocar-kacir ke arah Gasibu dan Jalan Trunojoyo,  aparat kepolisian dibackup  TNI terus menghalau dan mengejar massa dengan menyemprotkan air dan menembakan gas air mata. 

Kondisi, berangsur-angsur damai sekitar pukul 19.00 wib lebih.

Kembali ke kondisi aksi demo hari ini, massa terus berdatangan hingga pukul 16.30-an Wib, bahkan massa melakukan aksi di dua tempat yaitu sebagiabn besar di depan Gedung Sate dan sebagian lagi di depan gedung DPRD Jabar. Walaupun massa terus berdatangan, namun, hingga berita ini diterbitklan kondisi di sepanjang jalan Diponegoro Bandung, masih tetap kondusif . (sein).

Posting Komentar

0 Komentar