Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Hasbullah Rahmat : PAN Optimis Mampu Memenangkan Pilkada di Jabar

H.M.Hasbullah Rahmat, S.Pd, M.Hum
Wakil Ketua DPW PAN Jawa Barat ( Foto:istimewah) 
 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Perhelatan Pilkada Serentak 2020 pada tanggal 9 Desember mendatang, akan diselenggarakan di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Untuk di provinsi Jabar sendiri diselenggaran di 8 Daerah.

Dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020, seluruh partai politik termasuk PAN telah menetapkan kader terbaiknya untuk bertarung dalam pilkada serentak, termasuk juga untuk Pilkda di Jabar. Namun, tidak semua Parpol juga mengusung kader sendiri ada sebagai pendukung.

Menurut Wakil Ketua DPW PAN Jabar H. M. Hasbullah Rahmat, S.Pd, M.Hum , dalam menghadapi perhelatan Pilkada Serentak 2020 di Jabar , PAN telah mengusung kader terbaiknya untuk maju di Pilkada Kabupaten Sukabumi Iman Adinugraha (kader PAN/Calon Wakil Bupati) berpasangan dengan Adjo Sardjono (Gerindra)  dan Kabupaten Bandung Atep Rizal (kader PAN/calon Wakil Bupati) berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem (PDIP).

Sedangkan untuk 6 Pilkada lainnya, PAN sebagai pengusung bukan kader murni, dengan berkoalisi beberapa parpol lainnya.  Keenam pilkada tersebut terdiri dari : Pilkada Cianjur, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, Karawang dan Kota Depok, PAN menjadi pengusung.  

Hal ini dikatakan, Hasbullah yang menjabat Wakil Ketua DPW PAN Jabar bidang Hubungan Kelembagaan dan Buruh yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat saat ditemui di gedung DPRD Jabar, Selasa (20/10-2020).

Dari delapan (8) Pilkada serentak 2020 di Jabar, PAN optimis dapat memenangkan beberapa daerah, terutama di pilkada Kab.Sukabumi,  Kota Depok peluangnya cukup besar karena hanya dua pasang calon; Kab. Bandung Fifty-fifty karena ada tiga paslon, Kab. Tasikmalaya peluangnya juga besar, termasuk juga Kab Indramayu.

Di empat daerah inilah kita optimis dapat memenangkan perhalatan pilkada serentak 2020 di Jabar, ujar politisi PAN Jabar dari Dapil 8 Jabar Kota Depok- Kota Bekasi ini.

“ Saya selaku pengurus DPW PAN Jabar, meminta kepada seluruh pengurus DPD PAN Kab/kota di Jabar, DPC Kac, dan Rayon PAN dan seluruh kader termasuk simpatisan PAN  yang khasusnya di 8 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada  dimana PAN menjadi Pengusung/ pendukung, hendaknya menjadikan Pilkada serentak 2020 menjadi momentum  untuk melakukan konsolidasi simbol-simbol partai.

Jadi mari kita, bergerak secara maksimal mungkin yang seolah-olah pemasan  mesin partai  atau menjadi uji petik untuk bertempur sesungguhnya pada menjelang Pemilu Legislatif/ Presiden 2024.  Untuk itu, wajib bagi pengurus dan kader PAN untuk memenangkan Pilkada Serentak 2020, tegas Hasbullah yang kini duduk sebagai anggota Komisi IV DPRD Jabar ini.

Koalisi parpol pengusung Pilkada Depok sosialisasikan
Paslon Pradi Supriatna dan Afifah Alia

Selain itu, di Pilkada serentak 2020 ini juga menjadi alat ukur PAN dalam keberhasilan menghadapi Pemilu-pemilu berikutnya.  Namun, kalau kenyataan kader PAN yang diusung tidak menang, tentunya harus dilakukan evaluasi, berarti kita belum masif dalam mengkampanyekan kader kita ke tengah-tengah masyarakat. Sehingga keita menghadapi Pileg, kita harus kerja lebih keras lagi untuk dapat menaikan suara, sehinga repersentasinya kader terpilih di dewannya lebih banyak lagi dari sekarang ini, jelasnya.

Ia menambahkan, Pilkada 2020 harus juga dapat memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat, artinya bagi PAN wajib mengartikulasikan visi-misi kandidat yang diusung oleh PAN kepada publik, sehingga bila nanti menang dan menjadi kepala daerah, masyarakat/ publik kepada yang bersangkutan.

Terkait penetapan pasangan dalam pilkada, itu kewenangan dari DPP PAN, siapapun yang telah ditetapkan oleh DPP PAN, kita yang ada di DPW, DPD maupun Rayon dan kader tentunya harus patuh dan siap menjalankan perintah Partai.  Bahkan begitu SK penetapan paslon kita terima, kita langsung gerak cepat melakukan konsulidasi dan koordinasi dengan parpol koalisi.

Hasbullah mencontohkan, di Kota Depok, kemarin kita partai-partai koalisi berkumpul  di Depok, baik itu dari anggota DPR RI, DPRD Jabar, DPRD Depok dan DPRD Bekasi serta mengurus DPD Kota Depok-Bekasi serta sampai pengurus kecamatan tempat dilaksanakanya pertemuan juga hadir, ungkapnya.

Pilkada Dengan Prokes Ketat

Bagaimana perkiraan tingkat partisipatif  masyarakat dalam Pilkada 2020, mengingat masih dalam suasana pandemi covid-19 ?...  Ya, kita semua menyadari dan mengkhawatirkan, tingkat partisipatif  masyarakat akan rendah, karena orang akan takut mengantri ke TPS, hal ini tentunya menjadi problem bagi penyelenggara (KPU dan Bawaslu-red) maupun peserta  Pilkada. Untuk itu, perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar tidak takut datang ke TPS dan menyalurkan hak suaranya. Karena Pilkada sudah memenuhi standar protokol kesehatan 3 M.

Kesuksesan pemilu itu ditandai dengan tingkat partisipatif yang tinggi, semakin rendah tingkat partisipatif menanda kualitas demokrat buruk.  Untuk itu, ditengah pendemi covid-19, kita (parpol pengusung), peserta /kandidat kepala daerah, penyelenggara Pilkada, termasuk pemerintah daerah untuk bersama-sama bahu membahu memberikan pembelajaran politik dengan harapan masyarakat tidak pobia untuk datang ke TPS dan menyarlukan hak politiknya sesuai dengan pilihannya.

“ Percayalah pelaksanaan Pilkada serenrak 2020, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, untuk itu, masyarakat tidak perlu takut untuk datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya, pinta Hasbullah. (adikarya/husein).   

      

Posting Komentar

0 Komentar