Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Iis Turniasih : Pemerintahan Karawang Kedepan Harus Serius Atasi Pengangguran dan Kemiskinan

Anggota DPRD Jabar Hj.Iis Turniasih dari FPDIP berdialog dengan warga (foto;istimewah)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Kabupaten Karawang dulunya terkenal sebagai daerah penghasil pertanian (Beras-red) terbesar se Jabar. Namun, kini Kabupaten Karawang juga dikenal kota Industri.  Karena ada ratusan bahkan ribuan industri berdiri di Karawang.

Namun, sangat miris sebagai daerah Industri, tetapi tingkat pengangguran di Kabupaten Karawang mencapai 9,5 persen dari total jumlah penduduk Karawang yang sudah hampir mencapai 3 juta jiwa.

Permasalahan pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten karawang, tentunya menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten Karawang yang akan datang.  Lantas bagaimana pendapat anggota DPRD Jabar Hj.Iis Turniasih dari Fraksi PDIPerjuangan.

Menurut Hj.Iis Turniasih, sampai saat ini slogan Karawang sebagai kota Industri belum mampu menekan akang kemiskinan dan pengangguran.  Padahal, di Kabupaten Karawang ada ratusan bahkan ribuan industri.

Sebagai daerah Industri ternyata tidak sejalan dengan tingkat pengangguran, jadi masalah pengangguran akan menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Karawang yang harus diselesaikan oleh pemerintah mendatang, ujar Hj.Iis Turniasih dari Fraksi PDIPerjuangan pemilihan daerah Jabar X ( Kab.Purwakarta-Kab Karawang) kepada faktabandungraya.com, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jum’at (23/10-2020).   

Dikatakan, tingginya angka pengangguran di Karawang, karena banyak lulusan sekolah tidak terserap, ditambah lagi kini dimasa pandemi covid-19 tentunya menambah deretan masalah di Karawang.  Masyarakat Karawang harus berjuang keras untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dan juga harus memprioritaskan masalah  Kesehatan.  Bahkan daerah karawang masuk beberapa kali zona merah pandemi covid-19.

“Saya berharap pemerintahan Karawang ke depan harus lebih serius menangani permasalahan  Lkarawang terutama soal pengangguran, kemiskinan dan juga masalah banjir yang sering melanda Karawang”, harap Politisi perempuan PDIP Jabar ini.

Ia menambahkan, memang bila dilihat UMK (Upah Minimum Kabuapten) se jabar, UMK Karawang sampai saat ini masih yang tertinggi yaitu hampir mencapai, 4,6 juta per bulan. Sehingga tidaklah mengherankan kalau kaum milenial/ pemuda Karawang ingin bekerja di indsustri.  Namun, persoalannya, tidak semua industri di Karawang dapat menampung untuk dapat bekerja.

Peluang apa yang dapat diciptakan untuk menekan akang pengangguran di Kabupaten Karawang ?... sebenarnya cukup banyak, diantara bidang Pertanian dan UMKM.

Cukup banyak potensi sektor pertanian dan UMKM di Karawang yang dapat digali dan dikembangkan, oleh masyarakat Karawang, tetapi  tentunya perlu dukungan dan dorong dari pemerintah Karawang.

Contohnya, para pelaku UMKM  yang  berinovasi mengelola hasil pertanian menjadi  produk makanan dan minuman.  Namun, kendala yang dihadapi para pelaku UMKM itu rata-rata terbentur masalah modal, cara pengemasan/ packing yang menarik, dukungan promosi produk dari pemerintah Karawang.

Untuk masalah permodalan, sebenarnya dapat dilakukan dengan pemberian pinjaman lunak atau dana bergulir yang disiapkan oleh pemerintah daerah.  Untuk pengemasan/ packing produk, tentunya harus juga diberikan pelatihan dan pembinaan Pemkab karawang melalui Dinas UMKM.  Sedangkan untuk dukungan promisi hasil produksi dapat dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Industri.

Nah disinilah perlunya dukungan dan dorongan dari pemerintah daerah Karawang dalam mengatasi dan menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Karawang, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera mandiri, tandasnya. (adikarya/ husein).

 

Posting Komentar

0 Komentar