Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Komisi II DPRD Jabar Bersama Mitra Kerja Bahas RAPBD 2021

Ir.H.Herry Darmawan, Anggota Komisi II DPRD jabar (foto:istimewah)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Sejalan dengan telah disetujui Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Jabar tahun 2021, kini seluruh Komisi (1 s.d 5) DPRD Jawa Barat tengah melakukan serangkaian kegiatan pembahasan dengan mitra kerja Komisi masing-masing , termasuk juga Komisi II.

Anggota Komisi II DPRD Jabar Ir.H.Herry Darmawan membenarkan bahwa kini Komisi II tengah melakukan  serangkaian rapat kerja dengan mitra kerja Komisi II untuk membahas program kerja rancangan APBD tahun anggaran 2021.

“Kita di Komisi II DPRD Jabar, akan mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja Komisi II, untuk dapat menciptakan program yang bertujuan mensejahterakan masyarakat di Jawa Barat”, kata Ir.H.Herry Darmawan saat dihubungi faktabandungraya.com diruang kerja Komisi II DPRD Jabar, Senin (26/10-2020).

Dikatakan,  Komisi II yang membidangi Perkonomian , sejak merebaknya virus corona  (covid-19) di Indonesia dan khusus di provinsi Jawa barat tentunya sangat berdampak terhadap perekonian masyarakat.  Untuk itu, guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat, maka Komisi II DPRD Jabar akan mendorong OPD terkait, khususnya mitra kerja Komisi II untuk dapat menciptakan program yang bertujuan untuk mendukung tingkat perekonomian masyarakat Jabar, ujar Herry yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar ini.

Ia menambahkan ditengah pandemi covid-19, seluruh sektor kehidupan mengalami dampak, terutama sektor perekonomian.  Namun, Alhamdulillah sektor pertanian khususnya dibidang ketahanan pangan kita tidak mengalami krisis ketahanan pangan. Walaupun, mengalami penurunan dari nilai produksi.

Untuk itu, dalam penyusunan RAPBD Jabar 2021, kita minta kepada Pemprov Jabar untuk kiranya dapat menambah anggaran di sektor perekonomian. Hal ini penting, untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan masyarakat Jabar.

Ada beberapa bidang yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, diantara memberikan stimulus kepada para pelaku usaha, baik yang bergerak di bidang pertanian, pelaku UMKM, maupun pelaku pariwisata.

Untuk bidang pertanian, Pemerintah dapat memberikan subsidi pupuk dan bibit unggul, sehingga masyarakat dapat meningkatkan hasil perteniannya.  Atau bisa juga memberikan pelatihan pertanian bagi para petani, agar dalam meningkatkan hasil produksi pertanian tidak hanya bergantung kepada pupuk anorganik,  tetapi juga menggunakan pupuk organik.

Sedangkan untuk para pelaku usaha UMKM, kita juga mendorong Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil untuk dapat memberikan stimulus dan memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM.  Agar mereka (para pelaku UMKM-red) tetap bertahan dan bahkan dapat meningkatkan produksinya.  Bahkan juga harus dibantu dalam sisi packing, market dan kwalitas produksi, pintanya.

Sementara itu, sektor kepariwisataan,  juga mengalami dampak luar biasa akibat  pandemi Covid-19, tidak sedikit para pelaku pariwisata mengalami gulung tikar.

Coba aja, lihat sendiri, beberapa objek wisata, hotel, restoran, cafe maupun biro perjalanan wisata semua mengalami lesuh darah.  Semua ini karena masyarakat khawatir akan terpapar covid-19. Disamping itu, kebijakan pemerintah dengan penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar), yang membatasi gerak langkah pelaku kepariwisataan dan masyarakat untuk berwisata, tandas Herry Darwan yang kali kedua menjadi anggota DPRD Jabar ini. (adikarya/husein).  

Posting Komentar

0 Komentar