Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Klaim Unggul Versi Tabulasi Internal, Tim Pemenangan NU Pasti Tunggu Hasil Resmi KPU


SOREANG, faktabandungraya.com,--- Mengklaim masih unggul dari 2 Paslon lain berdasarkan formulir C1, tim pemenangan paslon bupati Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan) masih menunggu hasil real count perolehan suara Pilkada Bandung 2020 oleh KPU Kabupaten Bandung. 

Juru Bicara NU Pasti Sabilulungan Dadang Rusdiana menuturkan sementara dari hasil real count berdasarkan formulir C1 di tabulasi internal masih unggul dibanding dua palson lainnya. 

"Sebetulnya kami tidak mempermasalahkan ada yang mengklaim kemenangan. Tapi kami masih menunggu hasil real count KPU. Itu dasar kami," ucap Dadang Rusdiana di Soreang Jumat 11 Desember 2020. 

Jika pada hasil akhirnya paslon NU Pasti Sabilulungan dinyatakan menang versi resmi hasil real count KPU Kabupaten Bandung, maka tentu akan menjaga amanah tersebut. 

Sebaliknya, jika paslon lain yang menang dirinya menyebut NU Pasti Sabilulungan akan dewasa menerima kekalahan dan meghormati keputusan rakyat. 

"Namun yang jelas, kami tidak akan terjebak opini-opini yang dibuat oleh pihak manapun. Karena quick count itu tidak bisa dijadikan sebagai dasar kemenangan atau memastikan kekalahan. Jadi kami masih tetap optimistis unggul sesuai hasil kiriman data C1 dari relawan dan saksi," tutur Darus sapaan akrabnya.

Dikatakan dia, perbedaan hasil suara antara paslon 1 dan 3 versi hitung cepat yang cukup signifikan oleh lembaga survei dinilai dirinya cukup aneh. Sebab, dari awal di Pilbup Bandung paslon 1 dan paslon 3 bersaing secara ketat. 

"Apalagi dari hasil survei terakhir, kita menang angka cukup telak. Tapi lembaga survei merilis perbedaan sangat jauh di versi hitung cepat. Ini kan agak aneh. Saya pikir metedologi mereka memiliki kelemahan. Maka kami bandingkan dengan C1 saksi dan relawan, ternyata kami unggul," kata dia. 

Sementara Tim Pemenangan NU Pasti Sabilulungan saat ini telah mengantongi adanya dugaan sejumlah kecurangan kubu lawan menjelang hari pencoblosan. 

"Maka dari itu saya meminta agar relawan tidak tergiring opini kemenangan lawan. Tetap kawal C1 dari tiap TPS dan cermati kejanggalan-kejangglannya. Spirit pertarungan boleh menurun, tapi hasil quick count jangan sampai membuat spirit kewaspadaan kita menurun. Karena dasar C1 yang masuk ke kami, kami unggul," kata dia.(*red)

Posting Komentar

0 Komentar