Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Musim Hujan Tiba, Iis Turniasih Minta Seluruh Unsur Bersinergi Mengantisipasi Bencana Alam

Personil TNI mengavakuasi warga Karawang lanjut usia yg rumahnya  terendam banjir (foto; istimewa)   
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Berdasarkan letak geografi, provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki potensi  tingkat kebencanaan alam tertinggi di Indonesia. Bencana alam tersebut seperti angin puting beliung,tanah longsor ,kebakaran hutan, banjir  dan lain-lain.

Sejak tiga bulan belakangan ini, seluruh kabupaten kota di Jabar tingkat intensitas hujan semakin meningkat, untuk itu, harus diantisipasi  bencana alama berupa banjir bandang, tanah longsor dan anging puting beliung.

Untuk itu, anggota Komisi IV DPRD Jabar, Hj.Iis Turniasih meminta seluruh unsur harus bersinergi dalam mengantisipasi adanya bencana alam. Dia menjelaskan bahwa sinergi antar dinas terkait, dalam penanganan bencana alam itu perlu, tegas politisi perempuan PDIP Jabar ini.

Dikatakan, musibah bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di saat musim hujan, tentunya tidak terlepas dari dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu,  guna mengantisipasi dan meminimalisir terjadi korban jiwa, maka koordinasi dan sinergitas antar instansi terkait baik vertikal maupun horisontal  harus  ditingkatkan, sehingga bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam sudah tahu siapa berbuat apa, ujarnya.

Iis menambahkan,  sinergitas antar instansi terkait sangat penting dalam penanganan percepatan penanggulangan banjir dan tanah.  “Sinergis antar dinas harus jalan, agar penanganan penanggulangan bencana alam, bisa dikerjakan sesuai leading sektor nya,” tutur wakil rakyat daerah pemilihan( dapil) Jabar X Kabupaten Purwakarta-Karawang ini.

Adapun terkait beberapa wilayah Kabupaten Karawang yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan, Iis membenarkan, bahwa Karawang itu memang daerah banjir, salah satunya disebabkan oleh sodetan Sungai Cibeet yang luar biasa berdampak ke masalah lingkungan.

Untuk itu, dimusim hujan di akhir tahun ini, harus benar-benar diantisipasi dan tingkatkan kewaspadaan, agar peristiwa banjir bandang di Purwakarta dan Karawang  beberapa bulan lalu tidak terualang kembali, kata Hj Iis Turniasih saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (13/12-2020).

Dikatakan, ada beberapa sebab terjadinya banjir bandang di Kawarang dan Purwakrta kala itu, diantaranya, meluapnya sungai  Sungai Cilamaya dan Sungai Kecepet yang ada di Karawang. Dan meluapnya Sungai Cimunjul yang ada di Purwakarta.

DPD PDIP Jabar  berikan bantuan korban banjir bandang Karawang ( foto; istimewa)  
Disamping meluapnya sungai sungai, tentunya tidak terlepas dari kerusakan lingkungan disekitar Gunung Sanggabuana yang semakin gundul . Sehingga bila hujan turun cukup lebat, air hujan tidak terserap kedalam tanah karena pohon –pohon dikaki gunung sudah gundul.

Selain itu, tentunya tidak terlapas dari ulah masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga aliran air tersumbat. Ditambah lagi, banyaknya bangunan liar berdiri di bantaran sungai, ujarnya.

Menurut Iis Turniasih, banyak cara dalam   mengantisipasi bencana alam longsor dan banjir bandang di Kabupaten Purwakarta dan Karawang, diantaranya dengan cara penanaman pohon, penghijauan di sejumlah resapan air serta mencegah terjadinya pengrusakan hutan.

Selain itu, diperlukan juga memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak terus-terusan merusak lingkungan dan hutan. Membersihkan saluran pembuangan air dari sumbatan sampah-sampah. Serta melakukan pengerukan sedimentasi sungai dan membebaskan rumah-rumah/ bangunan yang berdiri di disepanjang bantaran sungai, tandasnya. (adikaraya/ husein).

Posting Komentar

0 Komentar