Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Anggaran Minim, Komisi IV DPRD Jabar Soroti Irigasi Di Jabar Banyak Rusak

Ketua Komisi IV DPRD Jabar Tetep Abdul Latif didampingi Kepala UPTD PSDA
Wilayah Sungai Cimanuk-CIsanggarung (foto:humas) 
CIREBON, Faktabandungraya.com,--- Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tetep Abdul Latif mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring Komisi IV ke beberapa UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di bawah Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) Jabar, ternyata ada sekitar 13 persen irigasi di Jabar dalam kondisi rusak berat; 9 persen irigasi rusak sedang dan sisanya rusak ringan.

Dengan irigasi yang banyak rusak tentunya sangat berdampak terhadap produksi ketahanan pangan Padi-red). Sehingga cukup wajar, bagi masyarakat berprofesi sebagai petani mengeluhkan hasil produksi padinya kurang maksimal, akibat suplay  sumber daya air  yang kurang dan tidak maksimal.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD jabar Tetep Abdul Latif saat rombongan Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dalam rangka monitoring terhadap rencana pelaksanaan APBD Tahun 2021, di Cirebon, Kamis, (4/2/2021).

Dikatakan Tetap, anggaran untuk penanganan dan pemeliharaan jaringan Irigasi sangat mimim, padahal jaringan Irigasi di bawah kewenangan Provinsi Jawa Barat (Dinas SDA-red) cukup banyak dan panjang yang  tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Dengan melihat data kerusakan Irigasi tersebut diatas, tentunya dengan alokasi anggaran yang minim sangat  kurang mendukung untuk membuat jaringan irigasi yang berfungsi secara maksimal.  Bahkan plot anggaran dari APBD Jabar hanya untuk memperbaiki satu atau dua irigasi, itupun tidak akan memungkinkan, ujarnya.

Rombongan Komisi IV saat kunker ke UPTD PSDA WilayahWilayah Sungai Cimanuk-CIsanggarung
 (foto:humas)  

Lebih lanjut, Tetep mengatakan, anggaran operasional pemeliharaan pun hanya ada diangka 2 milyaran, padahal jumlah irigasi di wilayah Jabar cukup banyak, sehingga dirasakan anggaran sebesar 2 milyar yang dialokasikan dalam APBD Jabar  tidak akan mencukupi.

Ia menambahkan, bahwa saat ini sudah musim penghujan, yang dapat meluluh lantahkan konstruksi jaringan Irigasi. Untuk itu, kita harus serius menuntaskannya kita harus punya peta roadmap yang jelas, ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi pertanian (padi-red) sebanarnya DPRD Jabar khususnya Komisi IV sudah mendorong agar anggaran untuk sektor irigasi dapat ditingkatkan untuk mengatasi kerusakan dan pengembangan irigasi. Namun, tetap saja kurang mendapat perhatian dari Pemprov Jabar. Padahal, Irigasi merupakan kewenangan pemerintah daerah, tandasnya. (adv/sein).

Posting Komentar

0 Komentar