Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Masih Kondisi Pandemi Covid-19, Memo : Patuhi Aturan Pemerintah Tidak Mudik

H. Memo Hermawan, anggota DPRD Jabar/ ketua Fraksi PDIP (foto:istimewa)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Jawa Barat Drs.H. Memo Hermawan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan, mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi aturan pemerintah agar tidak mudik Lebaran/ Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 ini. Karena masih kondisi pandemic covid-19.

Larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa setiap anggota masyarakat dilarang melakukan perjalanan antarkota/kabupaten/provinsi/negara untuk tujuan mudik.  yang juga penerapannya dilakukan di Jawa Barat.

Dalam surat tedaran tersebut, mulai dari tanggal 6 - 17 Mei 2021.Selain larangan mudik, pemerintah juga menjalankan kebijakan tambahan berupa pengetatan perjalanan yang berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Jadi larangan mudik itu, semata-mata sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona/Covid-19 demi menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Jangan sampai terulang kembali, peningkatan masyarakat yang terpapar covid-19 meningkat seperti lebaran tahun lalu. Karena pandemi covid-19 masih ada.

Demikian  dikatakan kang Memo---sapaan --- H. Memo Hermawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, ketika dimintai tanggapan terkiat larangan mudik lebaran 2021, Senin (10/5-2021).

Kang Memo menambahkan, larangan mudik dan pengetatan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang dibawa oleh para pemudik ke kampung halaman. Sehingga, dikhawatirkan keluarga dan masyarakat dikampung terkena covid-19 yang dibawa oleh pemudik.

Selaku pemerintahan daerah, tentunya DPRD Jabar sangat pendukung kebijakan larangan mudik, hal ini demi mencegah dan memutus matarantai penyebaran covid-19. Maka mari kita patuhi larangan mudik dengan tidak memaksakan mudik demi keselamatan bersama, ujar politisi senior PDIP Jabar ini.

Lebih lanjut kang Memo, dengan tidak mudik, berarti kita telah menunjukan kasih sayang kepada keluarga kita yang ada di kampung. Karena, banyak kasus covid-19 di kampung-kampung berawaldari kedatangan orang dari luar daerah/ kampung.

Kita semua tentunya tidak ingin ada klaster Lebaran, untuk itu, wakil Bupati Garut 2004-2009 kembali menghimbau masyarakat khususnya warga Kabupaten Garut yang ada di perantauan, dimanapun berada agar tidak memaksakan untuk mudik lebaran.

Selain tidak mudik, kang Memo juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Garut khususnya dan masyarakat Jabar pada umumnya agar selalu dan tetap terus patuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan harus menjadi way of life atau budaya baru bagi masyarakat Indonesia atau prilaku hidup sehat . Dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Ingat pandemi covid-19 belum berakhir, dan masih terus mengintai kepada siapa saja yang lengah dari protokol kesehatan. Jangan mentang-mentang sudah di vaksinasi dua kali meremehkan protokol kesehatan. Hal ini yang terjadi di India, itu contoh konkrit yang harus menjadi perhatian kita bersama, tandasnya. (adikarya/husein).