Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Vaksinasi Menjadi Game Changer Pemulihan Ekonomi Nasional

Airlangga Hartanto (Menko Perekonomian) (Foto:istimewa)
JAKARTA, Faktabandungraya.com,---  Melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),  Pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi kembali positif tahun 2021. Untuk itu, pemerintah minta program PEN harus dikawal ketat dan Program Vaksinasi untuk menjaga kesehatan masyarakat menghadapi covid-19.

Masyarakat yang sehat merupakan komponen utama dari ekonomi yang dapat menghidupkan perekonomian  dalam berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pendidikan, umkm, pariwisata dan lainnya.

Hal tersebut diutarakan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidan Perekonomian dalam penjelasannya di acara Webinar Nasional Vaksin dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Oleh Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa (JProf) pada Jum’at, 28 Mei 2021.

“Vaksinasi Covid-19 sebagai game changer, sebagai langkah yang krusial untuk menentukan kesuksesan kita dalam mengakhir pandemi. Untuk mencapai imunitas masyarakat, dibutuhkan 70% penduduk atau sekitar 181 juta masyarakat Indonesia yang perlu di vaksinasi”, tutur Airlangga.

Beliau membeberkan pentingnya dampak vaksinasi di Indonesia terhadap penurunan angka kematian dan diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan kebijakan PPKM memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan penanganan pandemi yang semakin baik, diprediksi bahwa perekonomian akan kembali di jalur positif, yaitu di angka 4,5 – 5,3% dan tentunya ini akan kembali didorong dengan lipom struktural, yang menjadi pendongkrak ekonomi di jangka menengah”, tambah Airlangga.

Untuk itu, Airlangga dengan tegas menyebutkan bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional tetap dilaksanakan pada tahun ini, untuk menstimulus masyarakat untuk kembali normal dan berada di jalur positif.

“Oleh karena itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi dalam jangka pendek pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang di tahun ini dianggarkan mendekati 700 trilyun dan realisasi PEN 26,3% dari pagu atau sebesar 183,98 trilyun. Di jangka menengah dan panjang, lipom struktural yang dilakukan melalui UU Cipta Kerja, diharapkan bisa mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengampingkan regulasi dan meningkatkan rangking dari is of doing business di Indonesia”, tutup Airlangga.

Rosan Roeslan (Ketua Kadin) (foto:istimewa) 

Sementara, hal senada diungkapkan oleh Rosan Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia

"Secara umum, 8 dari setiap 10 perusahaan mengalami penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19. Sekitar 53,17 persen UMB dan 62,21 UMK mengalami kendala pegawai dan operasional", tutur Rosan.

Dengan adanya vaksinasi tahun 2021 dipercaya akan mengembalikan kembali pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan adanya vaksinasi 2021, ditambah dengan akselerasi reformasi dan dukungan ekspansi fiskal akan mengembalikan pertumbuhan ekonomi menjadi positif", tegas Roslan.

Sandiaga Uno optimis bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali menopang perekonomian nasional.

"Ada 4 program yang diluncurkan Kemenpar, yakni, revitalisasi destinasi dan peningkatan confident pasar, pemulihan permintaan domestik yang terkendli, pemulihan permintaan internasional secara bertahap dan melanjutkan pengembangan pariwisata sesuai RPJM", jelas Sandiaga.

Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi program unggulan dalam meningkatkan daya saing melalui sektor pariwisata.

Sandiaga S Uno ( Menparekraf ) Foto:istimewa)
"Dukungan diberikan bagi pelaku usaha UMKM berbasis Ekonomi Kreatif yang onboarding di digital marketplace dan peningkatan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM Ekonomi Kreatif", tutup Sandiaga.

Untuk itu, pentingnya kesadaran selurug pihak dan masyarakat untuk saling mendorong guna mensukseskan vaksinasi demi pemulihan sektor perekonomian Nasional. (*/red).

 

Posting Komentar

0 Komentar