Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Yana : Tidak Ada Kebocoran di Posko Penyekatan Larangan Mudik Kota Bandung

Yana Mulyana, Wakil Walikota Bandung (foto;humas)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Untuk mengetahui sejauh mana pelasakaan Larangan Mudik Lebaran dan penyekatan perjalanan, Wali Kota Bandung Oded M Danial bersama Wakil Walikota Yana Mulyana dan  Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, serta unsur Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung mematau langsung di beberapa posko penyekatan.

Menurut Wakil Wali kota Bandung, Yana Mulyana, tujuan kita bersama  Forkopimda kota Bandung memantau ke posko penyekatan untuk mengetahui dan memastikan apakah ada kebocoran atau tidak.

‘Alhamdulillah, dari beberapa posko penyekatan yang ada di Kota Bandung yang kita tinjau tidak ada satupun yang jebol,  semua masyarakat yang distop dan  diminta masuk posko penyekatan terutama yang terindikasi mudik, kita berikan arahan dan ketegasan. Sehingga mereka memahami dan bersedia memutar balik”.

Demikian dikatakan, Yana Mulyana kepada humas di Rumah Dinas Wakil Wali Kota  Bandung, Jalan Nyland, kotaBandung, Kamis (13/5-2021).

"Jadi kalau pun ada yang harus diputarbalik itu, mereka paham maksud dan tujuan kita. Bukan kita melarang tanpa alasan, tapi ini untuk kepentingan kita yang jauh lebih besar," tambahnya.

Sedangkan mengantisipasi ledakan kasus yang terjadi setelah libur panjang, wakil wali kota mengungkapkan Kota Bandung memiliki pengalaman seperti itu sebelumnya.

"Minimal tidak terjadi potensi yang menimbulkan ledakan itu. Kalau pun terjadi, sarana fasilitas kesehatan kita, insyaallah siap," ucapnya.

Saat ini Bed Occupancy Ratio atau keterisian tempat tidur Rumah Sakit itu di angka 45 persen. Mudah-mudahan jangan sampai nambah. Untuk sarana kesehatan kita siap, tapi mudah-mudahan tidak terpakai," harapnya.

Sementara itu, berkenaan dengan kebijakan Idulfitri, terutama larangan mudik, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna memohon keikhlasan dan kesadaran warga masyarakat.

"Saat ini masih dalam suasana Covid-19, bahwa kebijakan ini bukan atau tidak memiliki makna bahwa kita ingin memutus silaturahmi. Tetapi sekali lagi, pandangan pemerintah dengan adanya larangan mudik di masa pandemi ini hanya demi satu yaitu bagaimana kita ingin menjaga dan menyelamatkan nyawa manusia," katanya.

"Jangan sampai dengan adanya Covid-19 ini, kemudian kita abai. Karena fakta dan data itu menunjukkan seperti itu, baik di kota kita, mau pun di provinsi, nasional bahkan di dunia. Kalau kita komparasikan dengan yang terjadi di india itu sangat luar biasa," lanjutnya.

Sekda berharap, ledakan kasus tidak akan terjadi di Kota Bandung. Namun yang dikhawatirkan, teori epidemiologi yang menyatakan bahwa hal itu biasanya terjadi setelah 14 hari.

"Mudah-mudahan tidak terjadi dan kita tetap waspadai. Kami sudah ingatkan ke kawan-kawan di Dinas Kesehatan melalui Puskesmas yang ada," katanya

"Kita kontrol itu seoptimal mungkin, karena tren di Kota Bandung sekarang kondisinya sedang menuju yang sangat baik. Mudah-mudahan nanti tidak terjadi lompatan (kasus) yang tidak kita harapkan," ucapnya.

Sekda menilai, era informasi teknologi saat ini, silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Itu tidak mengurangi nilainya, dan secara mayoritas bahwa warga masyarakat sudah memiliki sarana dan fasilitas tersebut.

"Mudah-mudahan hal itu sekali lagi tidak mengurangi nilai dan makna silaturahmi di Idulfitri 1442 Hijriah ini. Terakhir dari saya tentunya kita mengharapkan mari kita berdoa kepada Allah SWT," ucapnya.

"Karena kita meyakini apa pun yang terjadi itu semuanya atas kehendak Allah. Apabila Allah menghendaki bahwa pandemi ini berakhir, kami sangat yakin bahwa itu akan berakhir. Dan kita berdoa mudah-mudahan Allah secepatnya mengambil pandemi, sehingga kita bisa kembali kepada kehidupan yang normal," tandasnya. (hms/red).

Posting Komentar

0 Komentar