Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Pengunjung Objek Wisata Membludak, Gubernur Jabar Instruksikan Tutup Objek Wisata

Mengetahui membludaknya objek wisata Pangandaran dan Ciwidey, Gubernur Intruksi untuk tutup akses jalan ke kedua objek wisata tersebut (foto:humas)

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Setiap musim libur lebaran, seluruh objek wisata akan dikunjungi oleh masyarakat untuk berwisata, hal ini juga terjadi di beberapa objek wisata di Jawa Barat.

Pada musim lebaran 2021 sekarang, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, sehingga masyarakat berbondong-bondong mendatangi objek wisata untuk mengisi waktu liburan.

Hal ini terjadi di objek wisata Pantai Pangandaran di Kab Pangandaran dan objek wisata Ciwidey Kab.Bandung, dimana pengunjung di dua objek wisata tersebut membludak.  Sehingga, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, mengintruksikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar dan Bupati pangandaran dan Bupati Bandung untuk menutup akses jalan kedua objek wisata tersebut.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, jauh hari sebelum memasuki musim libur lebaran, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh Kepada Daerah (Buapti/ Walikota) yang memiliki objek wisata. Untuk mengantisipasi dan melakukan pengawasan serta pengendalian terhadap destinasi wisata.

“Saya sudah minta pihak Disparbud Jabar dan Kepala Daerah untuk pengawasan dan pengendalian serta memperketat masuknya wisatawan pada musim libur lebaran ditempat-tempat objek wisata agar jangan samapi pengunjung membludak. Namun, tetap terjadi juga, untuk itu saya instruksikan  agar akses menuju ke dua objek wisata (Pangandandaran dan Ciwidey) ditutup”.

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, kota Bandung, Sabtu (15-5-2021).

Kang Emil---sapaan Ridwan Kamil--- menambahkan bahwa hingga saat ini objek wisata di Puncak dan Lembang masih aman dan terkendali. Untuk itu, Kang Emil  mengimbau masyarakat, khususnya kepada wisatawan, untuk memutarbalikkan kendaraan karena akses ke Pangandaran dan Ciwidey sudah ditutup.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemudik dan wisatawan, untuk putar balik karena Pangandaran dan Ciwidey sudah ditutup,"tegasnya.

Di tengah pandemi COVID-19, perayaan Idulfitri tahun ini tentu akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat mesti beradaptasi dan menahan diri. Yang terpenting saat ini, kata Kang Emil, warga Jabar harus mengutamakan kesehatan keluarga, baik di rumah dan kampung halaman.

“Kesabaran adalah hal penting dalam menghadapi kesusahan di masa pandemi. Yaitu kesabaran menghadapi larangan pembatasan mudik, juga pelaksanaan Idulfitri, yang mungkin tidak nyaman, tapi itulah esensi ujian dan esensi latihan kesabaran,” tuturnya.

Pemda Provinsi Jabar sendiri sudah membuat antisipasi manakala ada pergerakan masyarakat menuju destinasi wisata setelah masa pelarangan mudik berakhir. Salah satunya dengan menyiapkan 15.000 rapid test antigen dan mengetes secara acak di destinasi wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan. 

Selain melaksanakan tes secara acak, Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten/Kota di Jabar akan memonitor pembatasan jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional, serta penerapan protokol kesehatan di hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan, dan destinasi wisata. Semua harus disiplin dan mematahui prokes dengan memakai masker, mencuci tangan/ hansanitizer dan menjaga jarak serta tidak berkerumun.

Aturan dan pengatatan penerapan Prokes di semua tempat umum terutama di objek wisata, semata-mata dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.

“Ingat pendemi covid-19 belum hilang, untuk itu, mari kita sama-sama patuhi dan dispilin dalam protokol kesehatan”, pintanya. (hms/sein).

Posting Komentar

0 Komentar