Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kejar Terbentuknya Herd Immunity , Vaksinasi Massal Harus Dikebut

Vaksinasi massal  di GOR Arcamanik - Bandung ( foto:ist)
BANDUNG,  Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Jawa Barat H.Mirza Agam Gumay sangat mendukung dilakukan percepatan  vaksinasi massal. Bahkan bukan hanya dipercepat tetapi harus dikebut. Hal ini sangat penting agar cepat terbentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok), sehingga dapat menekan angka sebaran pendemi covid-19 ini.

Angka kasus covid-19 terus merangkak naik, pascalibur Lebaran 2021, bahkan di Jabar sendiri kasus Covid-19 di Jabar meningkat cukup signifikan. Terutama di wilayah Bandung Raya dan Bodebekarang (Bogor-Depok-Bekasi-Karawang). Termasuk juga Cirebon Raya (Cirebon-Indamayu-Majalengka), hingga saat ini masih dalam zona merah (Resiko Tinggi).

Meningkatnya angka kasus covid-19 di Jabar, Pascalibur Lebaran tentunya tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, bahkan tidak sedikit juga warga melakukan mudik lebaran, walaupun sudah ada larangan dari pemerintah.  Padahal larangan mudik merupakan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

“ Ketidak disiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan tentunya berdampat meningkatnya masyarakat yang terpapar ovid-19. Bahkan, dibeberapa rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Bandung Raya mengalami over load, termasuk juga tempat isolasi mandiri (Isoman) juga terisi penuh. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi kita semua”,.

Demikian dikatakan Agam--- sapaan--- Mirza Agam Gumay saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (17/7-2021).

Dikatakan, sudah hampir dua pekan ini,  seluruh rumah sakit rujukan covd-19 yang tersebar di seluruh Jawa Barat mengalami over load, sehingga tidak sedikit  pihak rumah sakit menutup sementara ruang ICU, karena telah penuh oleh pesian terpapar covid-19 dengan katagori berat.

Selain itu, akibat lonjakan kasus covid-19, bukan hanya ruang ICU yang penuh, bahkan ruang rawat inap yang disiapkan oleh pihak rumah sakit juga penuh , hal ini terbukti tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rata-rata sudah diatas 90 persen.

Untuk mengantisipasi agar lonjakan covid-19 tidak terus menyebar, sebenarnya emerintah terus berupaya mengatasi sebaran pandemic covid-19, salahnya dengan melakukan vaksinasi massal, ujar Agam, anggota Komisi I DPRD Jabar ini.   

Namu, Agam juga mengingat masyarakat, walaupun sudah di Vaksin, bukan berarti kita dapat kendor terhadap penerapan protocol kesehatan. Jadi kita harus tetap mematuhi dan disiplin dalam Protokol kesehatan, ujarnya.

Lebih lanjut Agam mengatakan, agar pendemi covid-19 tidak terus berkembang, pemerintah daerah bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jabar bersama Kabupaten/kota telah dan terus berupaya untuk menekan akan penyerabaran covid-19.

Bahkan, khusus daerah zona merah maka diberlakukan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From  Office (WFO) hanya 25 persen.  Bahkan untuk membatasi mobilitas masyarakat, kini beberapa ruas jalan di Bandung Raya juga dilakukan penyekatan dan ditutup.  Bahkan, ditempat kegiatan perekonomian seperti Mal, Supermarket, Pasar modern dan pasar tradisional juga dibatasi jam operasional/ buka, ujar Politisi Partai Gerindra Jabar ini.

Vaksinasi massal bagi kalangan pelajar ( foto:ist)

Selain itu, kata Agam juga mengatakan, masyarakat juga diminta untuk tidak menggelar hayatan yang dapat menimbulkan kerumunan massal. Tempat hiburan dan objek wisata juga diberlakukan pembatasan jam buka dan jumlah pengunjung.

Saat ditanya, apakah kalau sudah di vaksinasi dosis dua sudah dapat terhindar dari serangan covid-19 ?...  Menurut beberapa pakar kesehatan, bahwa orang yang sudah disuntik/ vaksinasi dosis dua, masih ada kemungkinan terpapar covid-19, ujar Agam.

Cepat lambatnya kekebalan komunal tubuh seorang dalam mengenali virus Covid-19 setelah di vaksin, itu tergantung kondisi fisiknya tubuhnya.  Untuk itu, kenapa kita di DPRD Jabar mendorong dan mendukung penuh agar dilakukan vaksinasi massal, hal ini demi cepat terbentuknya herd immunity (kekebalan kelompok),  yang dapat membantu kita menghadapi pandemi agar segera usai.

Namun. selama cakupan vaksinasi belum luas, kekebalan kelompok belum terbentuk, potensi penularan masih tinggi. Karena itu,sekalipun telah dilakukan vaksinasi, masyarakat tetap harus mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun, Menghindari kerumunan dan Mengurangi pergerakan yang tidak perlu, tandasnya. (adikarya/husein).

Posting Komentar

0 Komentar