Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Pelaku Usaha Dukung Percepatan Vaksinasi COVID-19 dan Penyediaan Oksigen di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri video conference Rapat Koordinasi (Rakor)
Program Hotline Isoman di Gedung Pakuan, Kota Bandung,
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong percepatan vaksinasi COVID-19. Salah satunya dengan memperbanyak pelaksanaan vaksinasi massal. Adapun vaksinasi COVID-19 di Provinsi Jabar ditargetkan sekitar 100.000 penyuntikan per hari.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, vaksinasi massal mendapatkan dukungan dari para pelaku industri. Dengan biaya mandiri, para pelaku industri ini menargetkan bisa memvaksin 2.000 hingga 3.000 orang per hari.

"Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) akan mendukung vaksinasi. Kita ditargetkan 100.000 per hari. Kita bagi-bagi tugas, daerah industri banyak karyawannya diurus oleh industri sendiri targetnya 2.000-3.000 per hari silahkan, biaya sendiri udunan," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (5/7/2021).

Selain itu, para pelaku usaha juga berkomitmen untuk mendukung ketersediaan oksigen. Karena permintaan terhadap tabung oksigen sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit, puskesmas maupun tempat isolasi lainya.

Pemda Provinsi Jabar sudah mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk hingga PT Pupuk Sriwidjaja PalembangPT.Pertamnia. Dengan berbagai dukungan ini diharapkan kebutuhan akan tabung oksigen bisa terpenuhi.

"Kemudian juga kita ada kebutuhan urgensi oksigen mereka juga akan bantu. Ini adalah contoh pada saat seperti ini dukungan dari dunia usaha sangat kita butuhkan," ucap Kang Emil.

Dengan adanya dukungan sejumlah BUMN, kebutuhan oksigen di rumah sakit di Jabar memadai. sehingga mudah-mudahan tidak ada kejadian rumah sakit kehabisan oksigen. Hal ini penting untuk menekan risiko kematian pada pasien COVID-19.

Menurut Kang Emil, dukungan dari berbagai pihak termasuk dunia usaha sangat diperlukan. "Dan direspons oleh Komite sebagai satu pintu sehingga orang yang bantu jangan banyak pintu cukup dari KPED," tandasnya. (hms/sein).

 

Posting Komentar

0 Komentar