Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan Warga Atasi Pandemi, Prof. Asep Warlan Prakarsai : “Bandung Merdeka Dari Covid-19”

Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:32 WIB Last Updated 2021-08-10T17:42:03Z
Klik

Prof. Dr Asep Warlan Yusuf, pemrakarsa GErakan Bandung Merdeka Dari Covid-19 (foto:ist)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Melihat pandemi Covid-19 yang tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja, melainkan harus dengan kebersamaan seluruh elemen, sejumlah masyarakat memprakarsai "Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19".

Salah satu pemrakarsa Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19, Prof. Dr Asep Warlan Yusuf mengatakan, gerakan ini sebagai upaya dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam kaitan penanganan Covid-19, khususnya di Kota Bandung.

"Kami dari masyarakat, akademisi, kelompok aktivis, ingin berbuat sesuatu, tidak saling menyalahkan, tidak terlalu takut tapi waspada, membangun upaya, ikhtiar (dalam penanganan covid-19)," katanya saat konferensi pers secara virtual, Selasa (10 / 08- 2021).

"Kami coba upayakan pendayagunaan dari cara berfikir masyarakat ini agar lebih produktif mencari jalan lebih cepat atau solusi kita bebas dari Covid-19 ini," katanya.

Dari hal tersebut, ia mengaku akhirnya terbentuk kelompok pemrakarsa atau inisiator yang akan menjadi pendorong, memfasilitasi, menginspirasi, mengajak semua pihak, menjembatani antar kepentingan untuk bisa bergerak di tingkat masyarakat.

"Ini adalah gerakan dari, kepada, dan untuk masyarakat dengan ada koordinasi, komunikasi, bersinergi juga dengan Pemerintah," katanya.

Landasan filosofisnya, Bandung itu tercatat sebagai kota bersejarah. Kota perjuangan mulai dari Bandung Lautan Api untuk mempertahankan kemerdekaan, ada juga Konferensi Asia Afrika yang memotivasi banyak negara untuk merdeka.

"Dari hal-hal yang sifatnya perjuangan itu, Bandung juga harusnya berbuat. Kebetulan ini bersamaan dengan merayakan hari kemerdekaan Indonesia, proklamasi 17 Agustus mewarnai semangat dan nilai-nilai ini," lanjutnya.

Sedangkan hal yang menjadi landasan sosiologisnya, masyarakat harus terikat oleh sesuatu yang dikelola. Teorinya ada yang dikelola dengan "commit and control" atau atur dan awasi yang sifatnya top down, tetapi ada juga yang sifatnya ketaatan dan kesukarelaan warga.

"Kesukarelaan warga ini cirinya adalah bertanggung jawab dengan apa yang diterima dan membangun solidaritas antar sesama. Dua faktor ini yang kita coba galang di Kota Bandung, didalam upaya bebas dari Covid-19 ini," katanya.

"Kemudian para inisiator, pemrakarsa ini berpikir membuat semacam gerakan dengan sesuatu yang bisa mengajak semua komponen dan elemen masyarakat. Semua yang bisa kita dayagunakan. Akhirnya kami membuat deklarasi yang taglinenya itu gerakan kebersamaan," lanjutnya.

"Kami dari masyarakat, akademisi, kelompok aktivis, ingin berbuat sesuatu,
 tidak saling menyalahkan, tidak terlalu takut tapi waspada, membangun upaya,
 ikhtiar (dalam penanganan covid-19)," katanya saat konferensi pers secara virtual,
Selasa (10 / 08- 2021).
Adapun Langkah Konkret dari Gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19 yakni gerakan atau kebersamaan semua komponen, semua elemen masayarakat untuk berbuat 8M (5M + 3M = Mau di vaksin, Membantu sesama atau solidaritas, Memperkuat dengan doa).

Kedua, penyelenggaraan sebuah event, yakni Doa Bersama Mengetuk Pintu Langit pada 13 Agustus 2021 yang menghadirkan tausiyah dari ulama atau tokoh agama, beserta ormas Islam untuk berdoa bersama, serta kegiatan konser amal secara virtual pada 17 Agustus 2021 untuk menggalang dana yang digunakan berbagi, menghadirkan seniman dan budayawan.

Sementara itu, Pemrakarsa lainnya, Taufikurahman mengatakan, kegiatan Doa Bersama juga berkaitan dengan memperingati tahun baru hijriah, doa bersama akan digelar secara virtual pada Jumat 13 Agustus 2021.

Ulama dan tokoh yang hadir yakni Prof KH Miftah Faridl, KH Athian Ali, KH Abdullah Gymnastiar, Ust Budi Prayitno, dan Ust Hanan Attaki, beserta ormas Islam yang hadir memberikan tausiyah atau nasehat untuk membangun optimisme.

"Keterkaitannya kita memperingati tahun baru hijriah yang jatuh hari ini. Kita akan doa bersama, waktunya bada ashar, waktu yang sangat baik diijabah, ada semangat satu muharram, agar doa semakin sungguh-sungguh, khusyu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Inisiator lainnya, Apipudin mengatakan, konser amal yang digelar 17 Agustus 2021 akan menghadirkan seniman dan budayawan, bahkan ada pelukis yang akan melakukan lelang lukisannya.

"Artisnya ada Doel Sumbang, Yukie ex Pas Band, Isyana, dan masih banyak lagi. Di sini artinya tidak diberi honor karena mereka sukarela. Ada barang-barang yang akan dilelang, hasilnya untuk dibagikan kepada masyarakat," katanya.

"Di sela konser, akan ada launching logo dan hashtag Hari Jadi Kota Bandung yang ke 211 dari Disbudpar. Ada juga lagu tema dari Gerakan Bandung Merdeka dari Covid-19 dan diharapkan bisa diputar di seluruh radio di Kota Bandung," ucapnya.(*/red).

×
Berita Terbaru Update