Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Tahun 2022, DPRD Jabar Usulkan 22 Ribu Unit Rumah Dapat Program Rutilahu

Rombongan Komisi IV DPRD Jabar meninjau pelaksaan rutilahu ( foto:dok istimewa)

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- DPRD Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jabar pada pembahasan KUA-PPAS tahun anggaran 2022 sepakat melanjutkan program Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu). Bahkan pada tahun 2022 mendatang akan dianggarkan sebanyak 22.000 unit untuk direnovasi agar jadi layak huni.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar H.M.Hasbullah Rachmat, SPd,M.Hum mengatakan, program Rutilahu merupakan salah satu program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima manfaat.  Untuk itu, harus tetap berlanjut dan jangan sampai terkena recofusing anggara.

“ Saya selaku anggota Banggar, akan mengawal dan mempoloti anggaran program Rutilahu agar pada tahun anggaran 2022 tidak terkena recofusing dan realikasi anggaran”, kata Hasbullah yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar ini saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jum’at (22/10/2021).

Dikatakan Fraksi PAN akan menjalin komunikasi dengan Fraksi-fraksi lain untuk memperjuangkan agar anggaran Rutilahu dapat ditingkatkan dari sebesar Rp.17,5 per-unit saat ini menjadi Rp.25 juta per-unit pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Menurut Hasbullah, bahwa usulan sebanyak 22.000 unit dan minta anggaran perunit ditingkat menjadi Rp.25 juta per unit sampai saat ini memang belum final.

Untuk itu, Komisi IV DPRD Jabar bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar masih melakukan pembahasan di KUA-PPAS dan RAPBD tahun 2022.

Pada saat kita raker dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Jabar, pihak Dinas Perkim menyampaikan bahwa hanya 9.400 unit dengan harga satuan perunitnya sekitar 20 jutaan.  Namun, kita belum menyetuji. Jadi belum final.

“ Kita masih berjuang untuk tahun anggaran 2022 mendang, minimal sebanyak 20.000 unit dengan kenaikan anggaran menjadi 25 juta per unit”, ujarnya.

Lebih lanjut, Legislator Jabar dari Dapil Jabar 8 (Kota Depok-kota Bekasi) ini mengatakan, pada tahun anggaran 2021 semula dianggarkan untuk 20.000 rumah dengan anggaran per-unitnya sebesar 17,5 juta. Namun, dalam pembahasan APBD Perubahan 2021 ditambah sebanyak 11.500 unit, sehingga menjadi 31.000 unit dengan anggaran per-unitnya tetap sebesar 17,5 juta.  

Untuk Kota Depok pada tahun 2021 ini mendapatkan sebanyak 500-an masyarakat penerima manfaat program rutilahu, sedangkan kota Bekasi sebanyak 400 unit.

Sedangkan pada tahun 2022 mendatang, diperkirakan kota depok akan mendaptkan sebanyak 480 unit dan kota Bekasi 560 unit. Namun, saya bersama anggota DPRD Jabar dari Dapil 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) akan berjuang agar masyarakat penerima manfaat jumlah ditambah, tandasnya. (adikarya/husein).