Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Keputusan Politik Menentukan Nasib Rakyat, Jangan Rakyat Jadi Korban

Kamis, 10 Februari 2022 | 09:16 WIB Last Updated 2022-02-10T02:16:35Z
Klik

Anggota DPRD Jabar Drs.H. Daddy Rohanady, sedang di cek-up kesehatan oleh Tim Medis Gerindra (foto:daro) 

 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--  Eksekutif dan Legislatif  sebelum mengambil sebuah keputusan politik tentunya sudah mengkaji dan memperhitungkan dampaknya terhadap nasib rakyat.  Hal ini, agar dampak keputusan politik yang ditimbulkan tidak  mengorbankan rakyat. Salah satunya berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Misalnya, soal vaksinasi.

Hal ini dikatakan Ahmad Muzani saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi  Booster di Kabupaten Indramayu, yang merupakan rangkaian kegiatan HUT Partai Gerindra ke 14 tahun yang diselenggarakan oleh DPD Gerindra Jabar,  pada, Selasa (8 Februari 2022).

Pernyataan Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani tersebut, diamini oleh  Anggota DPRD Jawa Barat H. Daddy Rohanady dari Fraksi Gerindra ini.

Keputusan politik Partai Gerindra dalam mendukung program pemerintah mengatasi pandemi covid-19, salah satunya dengan melakukan serangkain kegiatan vaksinasi. Untuk di Jabar sendiri, DPD bekerjasama dengan DPC Partai Gerindra se-Jabar sudah beberapa kali melakukan kegiatan vaksinasi, baik vaksin dosis satu, dua maupun dosis tiga atau booster.

Kegiatan vaksinasi bosster ini dilakukan dalam rangka meningkatkan imunitas/kesehatan masyarakat. Vaksinasi tersebut dimulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Barat pada hari Minggu 6 Februari 2022. Bahkan, sebelum itu, kegiatan serupa sudah dilakukan lebih dahulu di Kabupaten Garut. Kegiatan lalu berlanjut di Kabupaten Indramayu pada hari Selasa 8 Februari 2022.

"Ini baru putaran pertama. Kegiatan ini dilakukan sekaligus dalam rangkaian ulang tahun ke-14 Partai Gerindra. Putaran berikutnya tentu saja akan dilakukan di kabupaten/kota lainnya," ujar Daddy ketika dihubungi media melalui telefon genggamnya pada Kamis (10/02/2022).

Jabar memang masih membutuhkan vaksinasi dalam jumlah yang cukup banyak. Itu sebabnya Gerindra menyediakan booster untuk 1.000 orang. Selain itu, disediakan pula pelayanan vaksin ke-II untuk sekitar 100 orang.

Tampak hadir Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani. Selain itu, hadir pula dua anggota DPR RI, yakni Ketua Bidang OKK DPP Gerindra Prasetyo Hadi dan Ketua DPD Gerindra Jabar 2016-2019 Mulyadi.

Ada pula, anggota DPRD Provinsi Jabar, yakni Sekretaris DPD Harris Bobihoe, Bendahara DPD Prasetyawati, Ali Rasyid, dan Ketua DPC Gerindra Indramayu Kasan Basari.

Daddy yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar XII (Cirebon-Indramayu) itu juga menyatakan sependapat dengan pernyataan Sekjennya.

Anggota DPRD Jabar H. Daddy Rohanady foto bersama pengurus
DPC Gerindra Indramayu  dan Tim Medis Gerindra
 dalam kegiatan Vaksinasi Booster di Kab Indramayu ( foto:daro)


Ia menyatakan bahwa sejatinya partai harus dipakai untuk membela rakyat: petani, nelayan, guru honor, kuli, dll. Jika tidak, partai apapun itu, akan ditinggalkan. Jadi, tidak heran jika perolehan suara/kursi partai seperti itu akan turun pada pemilihan umum berikutnya.

"Tentu saja Gerindra tidak ingin mengalami nasib seperti itu. Ketua Umum kami Pak Prabowo Subianto senantiasa mengingatkan kamis semua untuk senantiasa bersama rakyat. Setiap kader harus selalu memperjuangkan tujuan mulia tersebut," tambah Daddy yang juga merupakan Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar itu.

Setelah melakukan serangkaian kegiatan lainnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani didampingi rombongan berkunjung ke Prof KH Abdul Syakur Yasin, MA. Setelah bersilaturahim dan shalat magrib berjamaah dengan Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan, Kecamatan Kertasmaya yang lebih dikenal dengan panggilan Buya Syakur itu, rombongan pun kembali ke Jakarta.

"Kunjungan ini, saya kira, merupakan salah satu upaya mendengar masukan dari tokoh masyarakat untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan," papar Daddy.

Kiranya, semua pihak, terutama para pengambil kebijakan, harus lebih cermat dalam mengambil keputusan. Jangan sampai keputusan yang diambil justru akan lebih menyengsarakan rakyat. Padahal, sejatinya rakyatlah penguasa tertinggi kedaulatan. Jadi, rakyat harus mendapat pelayanan prima. Semoga, tandasnya. (daro)

×
Berita Terbaru Update