Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sugianto Nanggolah Mendukung Langkah Pemkot Bandung Menuju Era Endemi

Jumat, 18 Maret 2022 | 00:51 WIB Last Updated 2022-03-17T17:52:53Z
Klik
Anggota DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah, SH, MHum dari Fraksi Demokrat(foto:dok.sein).

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--  Kota Bandung kini masih berada dalam PPKM Level 3, walaupun kasus pandemi covid-19 kian menurun.  Untuk itu, sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat,  Pemkot Bandung telah mempersiapkan beberapa langkah untuk menuju era endemi.


Bahkan kini Pemkot Bandung, telah melakukan relaksasi dan memberikan kelonggaran bagi masyarakat .  Hal ini dilakukan agar pergerakan ekonomi tetap berjalan tetapi mematuhi protocol kesehatan.

Dari informasi yang ditayangkan terakhir di laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, bahwa kasus positif aktif  terus  mengalami penurunan dan  keterisian tempat tidur (BOR) sumah sakit  semakin menurun.  Sehingga, cukup wajar Pemkot Bandung  mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam menuju era endemi.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat , H. Sugianto Nangolah, SH, MHum dari daerah pemilihan Kota Bandung dan Kota Cimahi meminta Pemkot Bandung untuk berhati-hati dalam melakukan relaksasi.

“Pemkot Bandung harus mengantisipasi hal ini, harus berhati-hati dalam melakukan relaksasi,” kata Sugianto, Jumat (18/3/2022).

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menyebut, setiap relaksasi yang dilakukan, Pemkot Bandung perlu melakukan evaluasi yang sangat ketat.

“Kalaupun ada relaksasi ya harus sangat ketat, supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan,” tungkapnya.

Wakil Ketua  Komisi III DPRD Jabar ini juga menyoroti terkait protokol kesehatan di pasar, khususnya pasar tradisional. Sugianto meminta pedagang tetap menjaga prokes untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Saya juga meminta, baik kepada pedagang dan pengunjung agar tetap memakai master. Ini adalah salah satu ikhtiar kita. Karena protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker menjadi sangat penting agar terhindar dari paparan Covid-19,” ujarnya.

Sugianto menuturkan, di sejumlah negara saat ini kembali terjadi lonjakan kasus COVID-19. Padahal negara tersebut telah mencapai angka vaksinasi yang sangat tinggi. Hal itu akibat warganya terlena dan mengabaikan prokes.

“Jangan abai, jangan euphoria, jangan lengah, masyarakat harus tetap menjaga prokes. Karena meskipun nanti vaksin selesai 100 persen, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya penggunaan masker,” pungkasnya. (AdiP/husein).

×
Berita Terbaru Update