Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Meningkatkan Produktifitas Pertanian Ditengah Alih Fungsi Lahan

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:36 WIB Last Updated 2022-05-19T14:36:43Z
Klik

Seorang petani Indramyu sambil memegang kertas bertuliskan " Silahkan anda di rumah Biarkan Kami ke sawah agar bahan pangan tetap melimpah (foto:ist).

 

INDRAMAYU,  Faktabandungraya.com,-- Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat H. Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDIP tetap optimis provinsi Jabar masih menjadi lumbung ketahanan pangan Nasional, walaupun setiap tahun telah tejadi alih fungsi lahan pertanian.

Dalam mempertahankan posisi sebagai lumbung ketahanan nasional, tentunya harus ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Pemprov Jabar, diantaranya : Pertama, mempertahankan Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).

Kedua mendorong Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) untuk terus melakukan kajian dan berinovasi dalam bidang pertanian, agar dapat meningkatkan hasil produktifitas pertanian.

Kedua hal tersebut, harus dilakukan oleh Pemerintah provinsi Jabar melalui Dinas TPH,  untuk itu, Komisi II DPRD Jabar terus mendorong Dinas TPH  bersama jajaran UPTD Balai Benih Padi dan Palawija agar terus melakukan inovasi di bidang pertanian.

Hal ini penting, seiring dengan semaki terkikisnya lahan produktif pertanian di Jabar karena alih fungsi lahan. Ada yang menjadi komplek perumahan, pertokoan, pabrik maupun lainnya. Sehingga Lahan Baku sawah (LBS) dan juga turut terkikis, ujar anggota Komisi II dari daerah pemilihan Kabupaten/ Kota Cirebon dan Indramayu ini, Kamis (19/5/2022).

Dikatakan, bahwa provinsi Jabar memiliki  LBS seluas 1.028.210,60 ha dan LSD seluas 878.587,73 ha. Dari sana muncul angka Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) per 31 Desember 2021 seluas 718,406,47 ha. Setelah updating, angkanya berubah menjadi 730.898,31 ha. Mampukah angka tersebut dipertahankan?..

Mempertahankan angka LP2B di Jabar, rasanya sangat sulit, hal ini kenyataan dilapangan sudah banyak lahan tergerus dan banyak pula Proyek Strategis Nasional (PSN) masuk ke Jabar. Padahal, setiap pembangunan berskala besar pasti membutuhkan lahan yang relatif besar pula. Ditambah lagi dengan alih fungsi lahan.

Agar lahan pertanian tidak semakin tergerus dan produktifitas tetap meningkat, Komisi II DPRD Jabar juga mendorong pembukaan lahan pertanian baru dan meningkatkan pola tanam dengan menggunakan bibit-bibit unggul hasil penelitian dari UPTD Balai Benih Padi dan Palawija.

Selain itu yang tidak kalah penting juga, yaitu ketersediaan jaringan irigasi yang memadai dan ketersedian pupuk baik organic mauun non organic.

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, bahwa selama pandemi covid-19 melanda Indonesia terutama Jabar,  sector pertanian masih mampu bertahan bahkan sebagai salah satu penyumbang PAD  Jabar. Untuk itu, kedepan harus ada gebrakan baru dalam pengelolaan di sektor pertanian, sehingga meningkatkan produktifitas pertanian.

"Kita mengharapkan kedepannya baik Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah memberikan inovasi - inovasi baru dan gebrakan - gebrakan baru agar produktifitas pertanian ini semakin baik kedepannya," tandasnya. (Adip/husein).

×
Berita Terbaru Update