Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kebutuhan Daging Sapi dan Ayam Selama Ramadhan Meningkat, Komisi II Minta Ke Pemprov Jabar Menambah Stock

Minggu, 26 Maret 2023 | 20:51 WIB Last Updated 2023-03-26T13:51:09Z
Klik
Daging Sapi di Pasar Tradisional Bandung  (foto:ist)



BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Selama puasa Ramadhan hingga Lebaran Idul Adul Fitri 1444 H, diperkirakan tingkat konsumsi masyarakat akan daging sapi dan ayam meningkat. Untuk itu, Komisi II DPRD Jabar minta kepada Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Kepetahan Pangan dan Peternakan (DKPP) untuk menambah stock daging sapi dan ayam.

Meningkatnya kebutuhan akan daging sapi dan ayam selama Ramadhan untuk menjaga kesehatan dan asupan gizi selama menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, Komisi II DPRD Jabar mendorong Pemprov Jabar untuk mensupport anggaran untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi dan ayam bagi masyarakat Jabar.

Kebutuhan akan daging sapi bagi masyarakat Jabar sangat banyak, bahkan pertahunnya bisa mencapai 193. 250 ton atau sekitar 1,017.200 ekor sapi.  Bahkan butuhan akan bertambah sebanyak.18.000 ekor saat Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

“Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jabar, Komisi II DPRD Jabar terus mendorong Pemprov Jabar melalui mitra kerja Dinas Kepetahan Pangan dan Peternakan (DKPP) agar Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan polical will anggaran untuk pengadaan pembibitan  dan penggemukan  sapi”, ujar anggota Komisi II DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA saat dihubungi, Sabtu (25/03/2023).

Dikatakan Syamsul, selama ini dalam memenuhi kebutuhan akan daging sapi di Jabar,  terpaksa dilakukan impor  regional yaitu dari provinsi Jateng, Jatim dan NTB. Bahkan juga dilakukan impor dari Negara Australia.  Karena bergantung pada impor, maka harga daging sapi sering kali tidak terkendali.  Bahkan belum lagi ditambah biaya pakan.

Kedepan, kita tidak ingin terus-terusan  mengimpor bibit sapi, untuk itu, Komisi II mendorong DKPP Jabar dan PT.Agro Jabar (BUMD) untuk membuat suatu trobosan untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi di Jabar.

Komisi II juga mendorong pihak DKPP Jabar melalui Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Sapi Potong yang ada di beberapa wilayah di Jabar, untuk terus berinovasi dalam pembibitan dan penggemukan sapi potong, kata anggota legislative Jabar dari Dapil Jabar XII ( Kab/kota Cirebon – Kab Indraayu)ini.

Dorongan Komisi II ke Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Sapi Potong (BPP-TSP) juga disampaikan saat pimpinan dan anggota Komisi II melakukan kunker ke BPP-TSP  di Cijeungjing Kabupaten Ciamis dalam rangka evaluasi program dan kegiatan APBD tahun anggaran 2022 dan rencana kerja 2023, belum lama ini.

Dalam pertemuan tersebut, pihak BPP TSP Cijeungjing  menyampaikan ada beberapa hal yang cukup penting terkait kebutuhan bibit sapi otong dan pakan ternak sapi.

Mereka menyampaikan bahwa, pihaknya telah beruapaya untuk melakukan inovasi, agar bibit sapi potong yang ada di BPP TSP Cijeungjing  dapat maksimaldalam memenuhi kebutuhan akan sapi potong bagi masyarakat Jabar. Namun, terkendali saol anggaran yang kurang mendukung.

Komisi II dapat memahami akan aspirasi pihak BPP TSP Cijeungjing Ciamis, untuk itu, Komisi II DPRD Jabar akan mendorong Gobernur Jabar untuk memperhatikan dan memberikan anggaran (political will anggaran) untuk kebutuhan pengembangan sapi potong.

“Kita berharap ada sebuah political will yang cukup besar dari Gubernur Jabar terkait dengan pengembangan sapi potong di Jabar”, ujar politisi PDIP Jabar ini.

Lebih lanjut politisi PDIP Jabar ini mengatakan, dalam pengembangan dan memenuhi kebutuhan akan sapi potong memang membutuhkan supporting anggaran yang cukup besar, tetapi kalau memang itu untuk kepentingan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tentunya, harus di support”, tandasnya. (AdiP/ahw).

×
Berita Terbaru Update