Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bahas LKPJ Gubernur Jabar, Pansus I DPRD Jabar Konsultasi ke Bappenas

Minggu, 14 Mei 2023 | 12:46 WIB Last Updated 2023-05-14T05:46:46Z
Klik

Anggota Pansus I DPRD Jabar, H.Mirza Agam Gumay dari Fraksi Gerindra (foto:ist).



BANDUNG , Faktabandungraya.com,--- Anggota Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Jawa Barat H.Mirza Agam Gumay, mengatakan Pansus I terus mendalami dan menggodok  Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2022.  Untuk itu, serangkaian kegiatan kita lakukan, mulai rapat dengan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) hingga peninjauan lapangan, termasuk juga berkonsultasi dengan Pemerintah pusat.


Serangkain kegiatan tersebut, semata-mata untuk mengatahui sejauh mana implentasi penggunaan Anggaran APBD Jabar yang dilakukan oleh Gubernur Bersama jajarannya.  Apakah program yang dijalankan sudah sesuai dengan target yang digariskan dalam RPJMD.  Dan apakah target tersebut sudah tercapai atau belum.

Bahkan kemarin, kita juga berkonsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. 

Dalam rapat konsultasi tersebut, banyak hal yang dibicarakan,  terutama terkait implementasi berbagai kebijakan pemerintah pusat di Provinsi Jabar hingga  regulasi yang dinilai dapat menghambat pembangunan di Jabar.

Hal ini katakana Mang Agam—sapaa—H. Mirza Agam Gumay saat dimintai tanggapannya terkait hasil konsultadi dengan Bappenas/ PPN, Sabtu (13/5/2023).  

Selain itu, dalam pembahasan LKPJ Gubernur TA 2022 tadi, dibahas pula soal kondisi industri di Jabar yang rerata bukan industri terpadu. 

“Industri di Provinsi Jabar belum terpadu. Seringkali sisa produksi yang dihasilkan industri belum terkelola dengan baik. Sehingga berdampak terhadap pencemaran lingkungan,” ujar Politisi Partai Gerindra Jabar dari Dapil Jabar 4 (Kab Cianjur) ini.

Kemudian dibahas pula soal dampak negatif urbanisasi di Jabar, satu diantaranya dampak sosial. Seperti munculnya permukiman kumuh di beberapa titik, dan persoalan sosial lainnya.

“Masalah di Jawa Barat sangat komplek, bayangkan saja penduduknya hampir 50 juta. Urbanisasi masyarakat khususnya ke wilayah industri di Jabar tentu berdampak positif sekaligus negatif. Ini yang kita bahas tadi,” tandsasnya. (AdiP/sein).

×
Berita Terbaru Update