Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pansus XI DPRD Jabar Soroti Kondisi Irigasi Leuwi Kuya, Nia Purnakania: Infrastruktur Usia 106 Tahun Perlu Rehabilitasi Serius

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12 WIB Last Updated 2026-05-10T12:12:58Z
Klik
Daerah Irigasi Leuwi Kuya di KEc. Kutawaringin Kab.Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Panitia Khusus (Pansus) XI DPRD Jawa Barat meninjau Daerah Irigasi (D.I) Leuwi Kuya atau Watervang Leuwi Koeja di Desa Buninagara, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur irigasi yang selama ini menjadi penopang ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Bandung Selatan dan sekitarnya.

Anggota Pansus XI DPRD Jabar, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn., mengatakan peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari pembahasan pengelolaan dan optimalisasi air permukaan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat serta sektor pertanian.

Menurut Nia, Daerah Irigasi Leuwi Kuya memiliki nilai historis sekaligus fungsi strategis karena dibangun sejak tahun 1918 pada masa pemerintahan kolonial Belanda untuk mendukung sistem pengairan pertanian di kawasan Bandung Selatan.

“Usia infrastruktur ini sudah mencapai 106 tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam rehabilitasi dan pemeliharaan sedimentasi agar fungsi distribusi air tetap optimal,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut di Bandung.

Ia menegaskan, apabila kondisi infrastruktur tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan, dikhawatirkan akan berdampak pada distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat.

Pengelolaan D.I Leuwi Kuya berada di bawah UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat. Karena itu, DPRD Jabar melalui Pansus XI mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas SDA untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan fungsi irigasi. 

Anggota Pansus XI DPRD Jabar, Hj.Nia Purnakania, SH, M.Kn



Nia menilai, keberadaan irigasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur semata, melainkan juga menyangkut keberlanjutan kehidupan petani dan ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang lebih tepat sasaran di Jawa Barat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya perawatan dan revitalisasi infrastruktur irigasi menjadi langkah penting guna memastikan kebutuhan air persawahan tetap terpenuhi di masa mendatang.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang keberlanjutan hidup petani dan ketahanan pangan kita ke depan,” pungkasnya. (Adip/sein)

×
Berita Terbaru Update