![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan meresmikan Laboraturium PMI Kota Bandung |
Peresmian dilakukan oleh Wali Kota
Bandung, Muhammad Farhan, yang menyebut inovasi tersebut sebagai langkah besar
dalam transformasi layanan kesehatan berbasis digital di daerah.
“Ini merupakan bentuk digitalisasi
pengelolaan donor darah agar bisa lebih efisien dan optimal dengan teknologi
terbaru,” ujar Farhan.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara
Palang Merah Indonesia Kota Bandung, PMI Jawa Barat, dan PMI Pusat, serta
dukungan sektor swasta dalam menghadirkan fasilitas modern tersebut.
Menurut Farhan, sistem GLP dan WBA memungkinkan proses pengolahan darah berlangsung secara otomatis dan lebih cepat. Darah donor dapat diproses menjadi berbagai komponen seperti Packed Red Cells (PRC), plasma, trombosit, hingga leukosit secara efisien.
![]() |
| M.Farhan saat peresmian laboraturium PMI kota Bandung |
Selain itu, sistem pencatatan yang
telah terdigitalisasi dinilai mampu meminimalkan kesalahan manual, termasuk
risiko tertukarnya data maupun sampel darah.
“Dengan sistem digital, proses
pencatatan jadi lebih akurat dan aman,” katanya.
Fasilitas ini juga memiliki
kapasitas tinggi, yakni mampu menangani lebih dari 1.000 sampel donor darah
setiap hari. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan darah sekaligus
mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Farhan pun mengajak masyarakat
untuk aktif mendonorkan darah. Selain membantu sesama, donor darah kini juga
memberikan manfaat tambahan berupa skrining kesehatan.
“Melalui teknologi ini, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi kesehatan dari hasil pemeriksaan darahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menyampaikan bahwa peningkatan layanan darah merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
![]() |
| inilah fasilitas laboraturium PMI Kota Bandung |
“PMI memiliki tanggung jawab
menyediakan darah yang aman, sehat, dan berkualitas. Kehadiran fasilitas ini
menjadi wujud komitmen kami dalam meningkatkan pelayanan,” jelasnya.
Ade menambahkan, penerapan
teknologi GLP diharapkan dapat menjadi standar baru bagi unit donor darah di
Indonesia. Ia juga menyebut, sejumlah daerah lain seperti PMI DKI Jakarta dan
PMI Surabaya tengah bersiap mengadopsi sistem serupa.
Dalam kesempatan tersebut, PMI Kota
Bandung turut menyampaikan apresiasi kepada mitra swasta, yakni Abbott dan
Istama Ranoraya, yang telah berkontribusi dalam pengadaan dan pengembangan
fasilitas laboratorium canggih tersebut. (rob/red).
.jpeg)
.jpeg)
