![]() |
| Perwakilan mitra industri foto bersama usai acara Green Logistics Talk di Jakarta. (Foto: Global Communication Talk) |
Forum yang digelar di Gedung
Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Februari 2026 ini diinisiasi oleh Kementerian
Kehutanan Republik Indonesia sebagai ruang dialog lintas sektor untuk membahas
strategi pengurangan jejak karbon di bidang logistik—mulai dari distribusi,
pergudangan, hingga rantai pasok.
Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru
Permana, menyampaikan bahwa sektor logistik memiliki kontribusi signifikan
terhadap emisi, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil. Karena itu,
transformasi menuju sistem logistik rendah karbon menjadi kebutuhan mendesak.
“Forum ini bertujuan meningkatkan
pemahaman, kapasitas, serta kolaborasi para pemangku kepentingan dalam
mengukur, mengurangi, dan mengelola jejak karbon secara lebih terarah,”
ujar Heru saat dihubungi, pada Rabu (6/4/2026).
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Arrakasta Nusalink Logistik dan Global Communication Network Indonesia. Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya Salsabila (HRGA ANL Logistics), Heru Permana (Kepala BPDAS Citarum Ciliwung) , serta James Blackman dari Cocoon FMS Ltd, Inggris, dengan moderator Dr. Trisia Megawati.
Dalam forum hibrida tersebut, mempertemukan
para pemangku kepentingan dari lembaga pemerintah, asosiasi, akademisi, dan
industri untuk membahas pengukuran, pengurangan, dan pengelolaan jejak karbon
di sektor logistik dalam mendukung komitmen iklim Indonesia.
Permasalahan perkembangan teknologi
menjadi sorotan utama. Selain itu, dibahas juga pemanfaatan sistem digital,
sensor, serta mekanisme pelaporan emisi yang telah tersertifikasi oleh lembaga
internasional dinilai membuka peluang besar bagi sektor logistik untuk
melakukan pengukuran dan verifikasi emisi secara akurat dan transparan.
Menurut Heru, penerapan teknologi
ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas pelaporan, tetapi juga memperkuat
daya saing industri logistik Indonesia di tingkat global.
Lebih jauh, Green Logistics Talk
diharapkan mampu menjadi katalisator transformasi sektor logistik nasional
menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan adopsi
teknologi pengukuran emisi dinilai akan memainkan peran penting dalam mencapai
target iklim nasional.
“Melalui forum ini, diharapkan
lahir langkah konkret yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian FOLU Net
Sink 2030 dan NDC Indonesia,” pungkasnya. (*/red).
