Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Green Logistics 2026: Dorong Transformasi Logistik Rendah Karbon Menuju Target FOLU Net Sink 2030

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:32 WIB Last Updated 2026-05-06T08:32:15Z
Klik
Perwakilan mitra industri foto bersama usai acara Green Logistics Talk di Jakarta. (Foto: Global Communication Talk)



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Upaya menekan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor logistik kian diperkuat melalui forum Green Logistics Talk 2026 yang mengusung tema “Measuring, Reducing, and Managing Carbon Footprint in Logistics for Indonesia’s Climate Commitment”. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030 serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC).

Forum yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Februari 2026 ini diinisiasi oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi pengurangan jejak karbon di bidang logistik—mulai dari distribusi, pergudangan, hingga rantai pasok.

Kepala BPDAS Citarum Ciliwung, Heru Permana, menyampaikan bahwa sektor logistik memiliki kontribusi signifikan terhadap emisi, terutama dari penggunaan bahan bakar fosil. Karena itu, transformasi menuju sistem logistik rendah karbon menjadi kebutuhan mendesak.

“Forum ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kolaborasi para pemangku kepentingan dalam mengukur, mengurangi, dan mengelola jejak karbon secara lebih terarah,” ujar Heru saat dihubungi, pada Rabu (6/4/2026). 

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Arrakasta Nusalink Logistik dan Global Communication Network Indonesia. Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi, di antaranya Salsabila (HRGA ANL Logistics), Heru Permana (Kepala BPDAS Citarum Ciliwung) , serta James Blackman dari Cocoon FMS Ltd, Inggris, dengan moderator Dr. Trisia Megawati.

Dalam forum hibrida tersebut, mempertemukan para pemangku kepentingan dari lembaga pemerintah, asosiasi, akademisi, dan industri untuk membahas pengukuran, pengurangan, dan pengelolaan jejak karbon di sektor logistik dalam mendukung komitmen iklim Indonesia.

Permasalahan perkembangan teknologi menjadi sorotan utama. Selain itu, dibahas juga pemanfaatan sistem digital, sensor, serta mekanisme pelaporan emisi yang telah tersertifikasi oleh lembaga internasional dinilai membuka peluang besar bagi sektor logistik untuk melakukan pengukuran dan verifikasi emisi secara akurat dan transparan.

Menurut Heru, penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas pelaporan, tetapi juga memperkuat daya saing industri logistik Indonesia di tingkat global.

Lebih jauh, Green Logistics Talk diharapkan mampu menjadi katalisator transformasi sektor logistik nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan adopsi teknologi pengukuran emisi dinilai akan memainkan peran penting dalam mencapai target iklim nasional.

“Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian FOLU Net Sink 2030 dan NDC Indonesia,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update