![]() |
| Anggota DPRD Jabar Sri Rahayu turut menanam mngarove di Desa muara-Cilamaya Wetan Karawang |
Kegiatan ini menjadi bagian penting
dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya ekosistem mangrove.
Acara tersebut diikuti berbagai elemen
masyarakat, mulai dari perwakilan dinas terkait, Pemerintah Kabupaten Karawang,
anggota DPRD Jawa Barat dan DPRD Karawang, perangkat desa, tokoh masyarakat,
hingga komunitas pecinta lingkungan.
Sri Rahayu, yang akrab disapa Mak Sri,
menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah konkret yang diinisiasi Fordas
Cilamaya Berbunga ini.
“Saya sangat mendukung kegiatan
positif seperti ini. Mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan
ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis
biota laut,” ujar Sri Rahayu anggota Fraksi Goldar DPRD Jabar ini.
Ia juga menekankan pentingnya
kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menjaga
kelestarian lingkungan. Menurutnya, penanaman mangrove tidak boleh hanya
bersifat seremonial, tetapi juga harus diikuti perawatan dan pemantauan rutin.
“Saya berharap kegiatan ini tidak
hanya berhenti pada penanaman saja, tetapi juga disertai perawatan berkala agar
mangrove tumbuh baik dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain melakukan penanaman, kegiatan
ini juga diisi sosialisasi mengenai manfaat mangrove dan diskusi upaya
pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh
masyarakat.
Fordas Cilamaya Berbunga dan UID PLN
Tanam 15.000 Mangrove Perkuat Garis Pantai
Selaras dengan tujuan menjaga pesisir,
Fordas Cilamaya Berbunga (FCB) bekerja sama dengan UID PLN Jawa Barat menanam
15.000 pohon mangrove di kawasan konservasi mangrove Desa Muara Cilamaya.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis menghadapi ancaman abrasi yang semakin parah. Berdasarkan penelitian dengan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) periode 1990–2018, garis pantai Karawang tercatat mengalami penggerusan rata-rata 101,28 meter, dengan laju abrasi mencapai 3,64 meter per tahun.
![]() |
| Sri Rahayu bersama bersama Fordas Cilamaya Berbunga dan UID PLN saat menanam Mangrove |
Ketua FCB, Muslim Hafidz, menjelaskan
bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga upaya
menyelamatkan wilayah pesisir dari kerusakan lebih lanjut.
“Mangrove dipilih karena kemampuannya
menahan gelombang, mengikat sedimen, menyerap karbon, serta memberikan manfaat
ekologis besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, FCB dan UID
PLN berharap dapat menciptakan perubahan nyata yang berkelanjutan bagi pesisir
Karawang.
“Ini ajakan untuk seluruh elemen
masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas lokal agar bersama
menjaga pesisir. Masa depan lingkungan bukan hanya tentang berapa banyak pohon
yang kita tanam, tetapi seberapa besar komitmen kita untuk merawatnya,” tegas
Muslim.
Kegiatan penanaman ribuan mangrove ini
diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Karawang, memulihkan
ekosistem, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian
lingkungan. (fj/sein).
.jpeg)
