Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Daddy Rohanady Dukung Kecamatan Sedong Cirebon Dikembangkan sebagai Destinasi Agrowisata Pertanian

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:57 WIB Last Updated 2026-01-23T16:40:45Z
Klik
Anggota DPRD Jabar H. Daddy Rohanady bersama pemuda Sedong bahas potensi pengembangan Destinasi Agrowisata Pertanian (foto:intagram KDR)


CIREBON, Faktabandungraya,--- Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata pertanian terpadu berbasis keindahan alam dan kekayaan hasil bumi. Panorama Setu Sedong, hamparan perkebunan mangga, serta beragam produk hortikultura menjadi daya tarik utama yang dinilai layak dikembangkan sebagai ikon wisata daerah.

Potensi tersebut mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, Drs. H. Daddy Rohanady, yang mendorong Kecamatan Sedong menjadi kawasan agrowisata unggulan di wilayah selatan Kabupaten Cirebon.

“Potensi keindahan alam dan hasil pertanian Sedong sangat luar biasa. Setu Sedong dapat menjadi ikon wisata alam, sementara perkebunan mangga dan hasil hortikultura lainnya bisa dikemas sebagai wisata edukasi dan kuliner,” ujar Daddy Rohanady dalam pertemuan bersama warga dan pemuda Sedong, Minggu (18/1/2026).

Kecamatan Sedong selama ini dikenal sebagai sentra mangga unggulan, seperti mangga gedong gincu, harumanis, kidang, dan dermayu. Selain itu, wilayah ini juga menghasilkan pisang dan pepaya dalam jumlah besar. Produk pertanian tersebut kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi aneka produk kreatif seperti manisan, keripik, hingga kuliner khas berbasis buah lokal.

Menurut Daddy, pengembangan agrowisata di Sedong perlu didukung secara serius melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD Jabar, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menyediakan fasilitas penunjang wisata, seperti infrastruktur jalan, aksesibilitas, serta jaringan irigasi untuk memperkuat sektor pertanian dan pariwisata.

“Pengembangan potensi daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pengusaha, akademisi, masyarakat, terutama pemuda,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa konsep wisata yang dikembangkan harus berlandaskan kearifan lokal, sehingga karakter Sedong tetap terjaga dan memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.

Upaya promosi potensi wisata Sedong juga telah dilakukan oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kecamatan Sedong melalui media sosial. Konten-konten yang menampilkan keindahan alam, pertanian, dan aktivitas masyarakat ternyata mendapat respons positif dari warganet.

“Alhamdulillah, setelah diunggah ke media sosial, responsnya di luar dugaan. Banyak netizen yang mendukung dan berharap Sedong bisa menjadi kawasan agrowisata pertanian,” ujar Daddy yang akrab disapa KDR.

KDR bersama pemuda Sedong (foto:istagramKDR)


 

Dalam kesempatan tersebut, KDR juga mengajak pihak Kecamatan Sedong dan para kuwu dari 10 desa se-Kecamatan Sedong untuk bersama-sama mendukung pengembangan Desa Sedong Lor sebagai desa wisata, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak kemajuan kawasan.

Sementara itu, Pengurus Karang Taruna Kecamatan Sedong, Hendri, menjelaskan bahwa secara geografis Sedong berada di ujung selatan Kabupaten Cirebon dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan, sehingga memiliki lanskap alam yang potensial untuk wisata berbasis alam dan pertanian.

“Sektor pertanian, khususnya hortikultura mangga, menjadi kekuatan utama. Kami ingin mengembangkan agrowisata dengan memadukan keindahan alam dan aktivitas pertanian sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.

Hendri juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam membangun dan mengembangkan agrowisata di Sedong. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat serta menurunkan angka pengangguran.

enutup pernyataannya, Daddy Rohanady menegaskan bahwa peningkatan sektor pertanian dan pariwisata akan berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

“Jika produk pertanian meningkat dan bernilai tambah, maka nilai tukar petani ikut naik dan taraf hidup masyarakat Sedong pun akan semakin baik,” pungkasnya. (sein) 

.

×
Berita Terbaru Update