![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya |
“Dengan anggaran sebesar itu,
seharusnya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat sudah optimal
dan prima,” ujar Edwin saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu
(21/1/2026).
Namun, kenyataan di lapangan masih
menunjukkan adanya persoalan. DPRD Kota Bandung, kata Edwin, masih menerima
laporan warga yang kesulitan mendapatkan kamar perawatan di RSUD Bandung
Kiwari. Bahkan, sejumlah pasien terpaksa menunggu lama di Instalasi Gawat
Darurat (IGD) karena dinilai kurang sigapnya petugas.
“Kami masih menemukan masyarakat
yang harus antre di IGD dan kesulitan mendapatkan kamar. Ini tentu menjadi
catatan serius bagi kami,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Edwin menekankan bahwa RSUD Bandung
Kiwari sebagai rumah sakit publik harus memberikan pelayanan yang adil dan
setara kepada seluruh warga Kota Bandung, tanpa membedakan latar belakang sosial
maupun ekonomi pasien.
“Seluruh warga Kota Bandung berhak
mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Tidak boleh ada diskriminasi dalam
pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edwin berharap RSUD
Bandung Kiwari mampu merefleksikan makna namanya yang berarti “kekinian” dengan
menghadirkan layanan kesehatan yang modern, responsif, dan sigap dalam
mengantisipasi berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pembenahan pelayanan
kesehatan harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah, dinas terkait,
dan manajemen rumah sakit. DPRD, kata Edwin, akan terus melakukan pengawasan
agar perbaikan pelayanan benar-benar terwujud.
“Kita memiliki semangat yang sama
untuk membenahi persoalan pelayanan kesehatan di Kota Bandung. Mudah-mudahan ke
depan menjadi lebih baik. Jika tidak, kami akan melakukan evaluasi secara
serius terhadap rumah sakit tersebut,” pungkasnya. (*/red).
