![]() |
| Ketua Komisi III DPRD Jabar H. Jajang Rohana |
Hal itu terungkap saat Komisi III
DPRD Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Pengelolaan Pendapatan
Daerah (P3D) Wilayah Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka melakukan evaluasi
kinerja mitra kerja Tahun Anggaran 2025 serta pembahasan arah kebijakan dan
rencana kerja tahun 2026, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, (9/1/2026).
Menurut Ketua Komisi III DPRD
Provinsi Jawa Barat Jajang Rohana, ada kecenderungan perubahan penggunaan
kendaraan bermotor jenis bensin ke listrik secara masif di masyarakat Jawa
Barat, khususnya Kabupaten Bandung Barat saat ini.
Perkembangan penggunaan kendaraan
listrik dinilai perlu diantisipasi secara cermat agar tidak berdampak pada
stabilitas penerimaan daerah, mengingat sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
masih menjadi kontributor utama pendapatan provinsi.
“Komisi III DPRD Jawa Barat
mencatat dinamika dan tantangan pengelolaan pendapatan daerah ke depan, salah
satunya berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan
bermotor (jenis bensin ke listrik),” ungkap Jajang Rohana.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat
lanjut Jajang Rohana mengatakan, perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif
terhadap perubahan tren berkendara masyarakat saat ini yakni, dari kendaraan
bermotor jenis bensin ke listrik.
“Pendapatan daerah masih sangat
bergantung pada pajak kendaraan bermotor (PKB). Oleh karena itu, kebijakan
terkait kendaraan listrik perlu disiapkan secara bertahap dan matang,”
pintanya. 
Pimpinan dan Anggota Komisi III saat kunker ke P3D KBB
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi
bersama dalam rangka menyusun target pendapatan yang lebih terukur dan
realistis pada tahun anggaran berikutnya, termasuk dalam pembahasan APBD
Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026. Hasil evaluasi ini menjadi dasar
penting dalam menentukan kebijakan pendapatan ke depan.
“Capaian hingga akhir 2025 tentu
menjadi bahan evaluasi bersama. Di awal tahun ini, kita perlu berhati-hati dan
cermat dalam menetapkan target, termasuk dalam pembahasan APBD 2026, agar
target yang ditetapkan tetap realistis dan dapat dicapai,” ujarnya.(*/sein).
