![]() |
| Sedikitnya 150 Kader PSI hijrah ke PDIP Jabar |
Alexander menjelaskan, keputusan
hijrah politik itu diambil setelah melalui pengamatan dan pertimbangan mendalam
terhadap dinamika politik nasional maupun daerah.
“Partai politik bersifat dinamis.
Awalnya PSI kami anggap sebagai wadah yang tepat. Namun seiring perkembangan
situasi politik, kami meyakini PDI Perjuangan adalah rumah yang lebih selaras
dengan nilai dan ideologi perjuangan kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut
bukan dilatarbelakangi kepentingan pragmatis seperti jabatan atau posisi politik.
Menurutnya, perpindahan ini murni didorong oleh kesamaan visi dan idealisme
dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kami ingin benar-benar melayani
masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik. PDI Perjuangan kami nilai
memiliki konsistensi ideologis yang mampu mewadahi harapan dan cita-cita
tersebut,” kata Alexander.
Kader yang bergabung terdiri atas
pengurus PSI tingkat kecamatan hingga kota/kabupaten, termasuk sejumlah mantan
calon legislatif (caleg) PSI pada Pemilu 2019, Pemilu 2024, serta Pilkada 2024.
“Hari ini hadir sekitar 150 orang.
Masih ada rekan-rekan yang berhalangan karena hari kerja. Administrasi dan
kehadiran mereka akan menyusul. Ke depan akan ada gelombang kedua dan ketiga.
Kami terus berkomunikasi dengan kader lain yang berminat bergabung,” paparnya.
Perpindahan massal ini disambut
langsung oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Rafael Situmorang.
Dalam prosesi simbolis, Rafael memakaikan jaket partai kepada perwakilan kader
baru sebagai tanda resmi bergabungnya mereka ke partai berlambang banteng
tersebut.
“PDI Perjuangan adalah rumah besar
kaum nasionalis. Kami terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi kebangsaan
yang sama, menjunjung Pancasila, nasionalisme, dan toleransi. Selama pikiran
dan pandangannya selaras, kami siap menjadi rumah perjuangan,” ujar Rafael.
Selanjutnya, para kader baru akan
diproses pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). PDI Perjuangan juga membuka ruang
kontribusi melalui berbagai badan dan sayap organisasi partai, seperti badan
saksi, badan bantuan hukum, hingga sektor ekonomi kreatif.
“Nanti kami buatkan KTA. Setelah
itu kami lihat kelengkapan organisasi yang bisa ditempati sesuai minat dan
kemampuan masing-masing. Intinya, PDI Perjuangan siap menjadi rumah perjuangan
bagi teman-teman yang baru bergabung,” pungkas Rafael.
Migrasi politik ini menambah
dinamika konstelasi partai di Jawa Barat, sekaligus menunjukkan pergeseran
preferensi kader di tingkat akar rumput menjelang konsolidasi politik
pasca-Pemilu 2024. (*/red).
