Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

90 Persen Peserta Lulus, UKW ke-72 dan ke-73 PWI Pokja Kota Bandung Resmi Ditutup

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:26 WIB Last Updated 2026-02-14T15:29:49Z
Klik
Penguji, Peserta dan Panitia UKW foto bersama 



BANDUNG , FAKTABANDUNGRAYA,--- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-72 dan ke-73 yang digelar PWI Pokja Kota Bandung resmi ditutup pada Jumat (13/2/2026) di Hotel Horison Ultima, Jalan Peta, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu mencatat tingkat kelulusan mencapai 90 persen.

Pelaksana Tugas Ketua PWI Jawa Barat, Achmad Syukri, mengumumkan hasil UKW yang diikuti 45 peserta dari jenjang muda, madya, dan utama. Namun, lima orang tidak hadir sehingga jumlah peserta yang mengikuti ujian sebanyak 40 orang.

“Dari 40 peserta yang mengikuti ujian, 36 orang dinyatakan kompeten dan empat orang belum kompeten,” ujarnya saat penutupan kegiatan.

Ia berharap peserta yang belum lulus tidak berkecil hati karena masih memiliki kesempatan mengikuti UKW berikutnya di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sementara itu, peserta yang telah dinyatakan kompeten diminta tidak cepat berpuas diri.

“Kelulusan ini adalah langkah awal untuk menjalankan profesi secara profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ketua panitia pelaksana, Fajar Kurniawan, menyampaikan bahwa peserta berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu. Ia juga menjelaskan tidak semua peserta mengikuti seluruh rangkaian ujian karena ada yang mengundurkan diri.

Sementara itu, Hery Gunawan yang mewakili Ketua PWI Pokja Kota Bandung, Zaenal Ikhsan, berharap UKW dapat menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas bagi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Direktur UKW PWI, Dr. Aat Surya Safaat, menutup kegiatan dengan menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para peserta. Ia mengungkapkan bahwa PWI tengah mengupayakan agar wartawan yang telah memiliki kartu UKW Dewan Pers dapat memperoleh tunjangan dari pemerintah, mengingat peran strategis wartawan bagi negara.

Selain itu, ia menekankan pentingnya budaya membaca dan menulis. Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut memproduksi berita harian, tetapi juga menghasilkan karya dengan byline sebagai identitas intelektual.

“Wartawan dikenal dari tulisannya. Membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan, keduanya harus terus dilatih,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan penampilan saat berhadapan dengan narasumber agar citra profesional wartawan semakin terjaga.

Pesan-Kesan Peserta UKW :

Salah satu peserta tingkat muda, Firman Perkasa Yudha, mengaku sempat merasa tertekan saat menghadapi penguji. Namun rasa khawatir itu terbayar setelah dirinya dinyatakan kompeten.

“Awalnya was-was dan penuh tekanan, tapi setelah lulus rasanya lega,” ujarnya.

Peserta lainnya, Sopandi, mengatakan UKW menjadi pengalaman berharga yang membuka wawasannya tentang dunia jurnalistik.

“Awalnya saya yakin dengan kemampuan sendiri, ternyata masih banyak yang harus dipelajari. Dari UKW ini saya mendapat banyak ilmu baru,” katanya.

Adapun peserta tingkat utama, Iyan Irwandi, menyampaikan apresiasi kepada penguji dan panitia atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“UKW ini membantu kami mengukur kemampuan sebagai wartawan,” ucapnya.

Kegiatan UKW angkatan ke-72 dan ke-73 PWI Pokja Kota Bandung terselenggara dengan dukungan Pemerintah Kota Bandung melalui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Diskominfo Kota Bandung. Dukungan juga datang dari bank bjb, BAZNAS Jabar, Pos Indonesia, dan bjb Syariah. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update