![]() |
| Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar |
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin
Ginanjar mengatakan, Bandung sebagai kota besar dan kota terbuka memiliki
mobilitas hewan yang sangat tinggi baik hewan peliharaan maupun ternak pangan
yang sebagian besar dipasok dari luar daerah. Kondisi ini membuat pengawasan
kesehatan hewan menjadi krusial karena berpotensi memicu penularan penyakit
dari hewan ke manusia (zoonosis).
“Ancaman zoonosis itu nyata. Secara
global hampir separuh jenis penyakit pada manusia berasal dari patogen hewan.
Kita sudah belajar dari kasus flu burung, rabies hingga PMK. Oleh karena itu,
kesehatan hewan, mutu dan kualitas pangan asal hewan harus dijaga bersama,”
kata Gin Gin di sela kegiatan.
Selain edukasi publik, Bangsawan
Expo juga menjadi ajang kolaborasi antar-OPD, komunitas pencinta hewan,
perguruan tinggi, peternak, pelaku urban farming, hingga komunitas Buruan Sae.
Beragam layanan publik dihadirkan,
mulai dari layanan administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, kesehatan,
hingga edukasi keselamatan dari dinas kebakaran. Anak-anak pun mendapat ruang
hiburan edukatif agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini.
Selain itu, DKPP juga
memperkenalkan hasil riset UPT berupa varietas ayam hasil persilangan yang
dirancang adaptif dengan iklim Kota Bandung.
Ayam ini dikembangkan sebagai ayam
petelur dan pedaging dengan keunggulan adaptasi lingkungan yang baik, efisiensi
pakan serta produktivitas telur dan daging yang lebih tinggi dibanding ayam
konvensional. Inovasi ini diproyeksikan memperkuat ketersediaan protein hewani
sekaligus mendorong ketahanan pangan perkotaan.
“Ini bukti bahwa Bandung tidak
hanya serius menjaga kesehatan hewan tapi juga membangun ketahanan pangan. Ayam
hasil riset ini akan dikembangkan untuk peternak kota dan program Buruan Sae,”
jelasnya.
Bangsawan Expo juga diisi dengan
pembagian bibit gratis sebagai media edukasi lingkungan, mulai dari bibit ikan
konsumsi dan ikan hias (nila, mas), aneka bibit sayuran buah dan daun hingga
bibit ayam petelur dan pedaging. .jpeg)
Iquana hadir di tengah Bangsawan Expo 2026
Tak hanya itu, kompos hasil olahan
limbah organik dan kotoran hewan juga dibagikan kepada warga untuk mendorong
praktik pertanian ramah lingkungan di pekarangan rumah.
Gin Gin menambahkan, program
Bangsawan merupakan penguatan dari sistem layanan manajemen kesehatan hewan
terintegrasi yang telah dikembangkan Kota Bandung melalui platform layanan
terpadu.
Ke depan, integrasi data sebaran
hewan, status vaksinasi, hingga pelaporan masyarakat akan terus diperkuat agar
pengendalian penyakit hewan dan zoonosis bisa lebih cepat, akurat dan berdampak
nyata.
“Intinya, ini gerakan bersama.
Edukasi, kolaborasi, inovasi pangan dan layanan kesehatan hewan kami satukan
agar Bandung semakin siap menjaga warganya dari risiko penyakit hingga
ketersediaan pangan yang sehat,” pungkasnya. (kyy/red).
