Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Masih 121 Ribu Rumah di Jabar Belum Berlistrik, DPRD Dorong Percepatan Program Jabar Caang

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:42 WIB Last Updated 2026-02-04T15:42:22Z
Klik
Masih ada anak-anak Jabar belajar pakai lampu minyak (ist)


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui hingga saat ini masih terdapat sekitar 121 ribu lebih rumah warga yang belum teraliri listrik. Rumah-rumah tersebut tersebar di 1.737 desa di berbagai wilayah Jawa Barat.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari DPRD Jawa Barat. Melalui program Listrik Desa, DPRD mendorong Pemprov Jabar agar mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa akses listrik.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat H. Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat menegaskan bahwa kehadiran listrik di setiap rumah warga bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.

“Kebutuhan listrik saat ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, DPRD Jawa Barat mendorong percepatan pencapaian misi Jabar Caang melalui program Listrik Desa,” ujar Zulkifly saat dihubungi di Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data Dinas ESDM Jawa Barat, sebanyak 121.871 rumah yang belum berlistrik tersebar di 1.737 desa. Dari jumlah tersebut, 7.217 rumah sama sekali belum memiliki aliran listrik, sementara 114.654 rumah lainnya masih bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga.

“Masih cukup banyak rumah warga kurang mampu di Jawa Barat yang belum menikmati aliran listrik secara layak. Ini tentu menjadi perhatian bersama antara Pemprov dan DPRD Jawa Barat,” kata Zulkifly.

Ia mengungkapkan, dalam APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 telah dialokasikan anggaran cukup besar, tapi pasti besarannya perlu di konfirmasi lagi ke Dinas ESDM Jabar untuk Program Listrik Desa. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Program pemasangan listrik gratis ini ditujukan untuk memberikan sambungan listrik baru bagi rumah tangga tidak mampu yang selama ini belum tersentuh jaringan PLN atau masih bergantung pada sambungan tidak resmi.

Menurut Zulkifly, program tersebut bertujuan menciptakan akses energi yang lebih adil, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membuka peluang ekonomi dan pendidikan. Kehadiran listrik di rumah warga juga menjadi indikator penting kesejahteraan.

“Listrik bukan sekadar soal penerangan. Ini menyangkut kualitas hidup masyarakat – dari pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi. Jadi harus jadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Listrik Desa akan menyasar rumah tangga miskin di sejumlah kabupaten dan kota, terutama di wilayah permukiman padat, kawasan urban pinggiran, desa-desa yang belum merata akses jaringan listriknya, serta daerah terpencil dan rawan ekonomi.

Meski demikian, Zulkifly menyadari bahwa realisasi program tersebut sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong agar Program Listrik Desa dapat dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kami berharap program ini terus dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran, sehingga ke depan seluruh masyarakat kurang mampu di Jawa Barat dapat menikmati akses listrik sebagai kebutuhan dasar,” pungkasnya. (syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update