![]() |
| Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih |
Plt Kepala Bidang P2P Dinkes Kota
Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menyampaikan campak merupakan penyakit yang
sangat menular, namun dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi.
“Imunisasi menjadi kunci utama
perlindungan, terutama bagi anak-anak,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Hingga Maret 2026, tercatat 248
kasus suspek campak di Kota Bandung, dengan 28 kasus terkonfirmasi. Sebagian
besar kasus terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Dinkes mencatat cakupan imunisasi campak masih di bawah target nasional 95 persen, khususnya pada imunisasi lanjutan usia 18 bulan.
![]() |
| Petugas Dinkes Kota Bandung |
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes
terus menggencarkan program imunisasi kejar di seluruh wilayah. Masyarakat
dapat mengakses layanan imunisasi di puskesmas maupun melalui kader kesehatan
setempat.
Selain imunisasi, masyarakat juga
diimbau mewaspadai gejala campak seperti demam tinggi, ruam kulit, batuk,
pilek, dan mata merah. Jika mengalami gejala, segera periksakan ke fasilitas
kesehatan.
“Lengkapi imunisasi anak untuk
melindungi diri, keluarga, dan lingkungan,” tutup Dadan. (rob/red).

.jpeg)