![]() |
| Harga BBM jelang Lebaran tidak ada kenaikan |
Bahlil mengatakan
pemerintah telah mengambil langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh
BBM dengan harga yang stabil selama Ramadan hingga Lebaran.
“Untuk harga BBM subsidi,
saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan, meskipun terjadi dinamika
global akibat konflik di Timur Tengah,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan,
Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan
tersebut hanya berlaku untuk BBM subsidi. Sementara itu, harga BBM non-subsidi
tetap mengikuti mekanisme penyesuaian pasar sesuai dengan Peraturan Menteri
ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang formula harga BBM umum..jpeg)
Petugas Kemen ESDM mengecek meteran SPBU
Selain menjaga stabilitas
harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi
aman menjelang arus mudik Lebaran. Stok BBM dan LPG disebut mencukupi untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Bahlil, pemerintah
juga telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak dunia dengan
mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah dari Timur Tengah ke negara
lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat.
Saat ini cadangan BBM
nasional berada di level aman sekitar 23 hari kebutuhan, di atas batas minimum
yang ditetapkan yakni 21 hari. Pemerintah juga terus menambah pasokan dari
produksi dalam negeri maupun impor agar distribusi energi tetap stabil.
Ke depan, pemerintah
berencana memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan cadangan BBM
hingga tiga bulan kebutuhan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan baru di
sejumlah wilayah strategis.
